Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Bolehkah Ibu yang Sakit Tetap Menyusui?

Bolehkah Ibu yang Sakit Tetap Menyusui?

Tips-Puasa-Bagi-Ibu-Menyusui.jpg

Adakalanya ibu mengalami kondisi kesehatan yang kurang baik atau sakit. Dalam kondisi seperti itu, sering muncul pertanyaan-pertanyaan ibu seputar pemberian ASI. Misalnya, apakah bayinya bisa tertular sakit bila ibu tetap menyusui? Jika ibu harus mengonsumsi obat-obatan demi kesembuhannya apakah obat-obatan yang dikonsumsi ibu bisa memengaruhi ASI yang akan dikonsumsi si bayi pula? Apakah ibu yang sakit boleh tetap menyusui atau  harus menghentikan menyusuinya?

Untuk menjawab boleh tidaknya tetap menyusui atau harus berhenti menyusui harus dilihat bagaimana kondisi kesehatan ibu itu sendiri dan seperti apa jenis penyakit serta pengobatannya. Bagi ibu menyusui yang sedang sakit atau memang mempunyai penyakit tertentu, juga perlu berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan. Sebaiknya ibu sudah mengonsultasikan sebelumnya kepada dokter dan menjelaskan kondisinya yang sedang menyusui. Sehingga dokter dapat memberikan obat-obatan yang relatif aman.

Umumnya, obat-obatan yang dikonsumsi ibu dapat berpengaruh pada ASI yang dikeluarkan untuk bayi. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak dosis yang ibu konsumsi. Jumlah kadarnya yang akan keluar lewat ASI relatif sangat rendah. Maka disarankan bagi ibu menyusui, sebaiknya bila mengonsumsi obat dilakukan 30-60 menit setelah menyusui, atau 3-4 jam sebelum ibu menyusui berikutnya. Mengapa? Agar dosis obat yang dikeluarkan ke ASI dalam kondisi yang paling rendah yang diterima bayi.

Ibu dengan kondisi penyakit  infeksi, misalnya infeksi saluran pencernaan, organ reproduksi, infeksi pernafasan, malaria, atau penyakit lain seperti diabetes, malnutrisi, dan sebagainya, tetap bisa menyusui. Bagi ibu dengan penyakit tertentu seperti TBC juga boleh menyusui dengan syarat dan kondisi tertentu yaitu jika ibu sudah melakukan pengobatan dan hasil tesnya negatif, misalnya. Hanya saja ketika menyusui ibu harus menggunakan masker.

Pada kondisi ibu sakit dengan penyakit yang dapat membahayakan seperti gagal jantung, ibu tidak diperbolehkan menyusui. Begitupula dengan jenis penyakit tertentu yang bisa menular pada bayinya seperti HIV. Biasanya ibu tidak disarankan untuk menyusui. Karena risiko penularan penyakit ini dapat terjadi melalui ASI.

Hal Ini Dialami Bayi Saat IMD

Hal Ini Dialami Bayi Saat IMD

3 Tahapan pemberian ASI

3 Tahapan pemberian ASI