Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Bolehkah Balita Makan Makanan yang Bersantan?

Bolehkah Balita Makan Makanan yang Bersantan?

05R9691.jpg

Saat bayi melewati usia 6 bulan, ia harus mulai menerima makanan pendamping (MPASI) untuk melengkapi semua kebutuhan gizinya karena yang ada di dalam ASI sudah tidak cukup lagi. Selain itu, anak kita akan dikenalan dengan berbagai macam makanan dengan rasa dan tekstur yang berbeda. Biasanya, MPASI dimulai dengan bubur halus yang disaring dan semakin anak bertumbuh, dietnya akan bergeser ke makanan seperti nasi. Nah, saat  bayi masih berusia 6 bulan, tidak masalah untuk ibu dan ayah untuk lebih bervariatif dalam memperkenalkan rasa yang gurih, asam dan manis. Tetapi untuk rasa gurih, sebaiknya ibu jangan terlalu banyak memasuki garam karena akan terlalu membahayakan kesehatan bayi. Selain itu, kita tetap boleh bervariasi. Nah, bagaimana dengan makanan yang bersantan untuk bayi? Apakah kita boleh menyampurkannya dalam MPASI?

Santan merupakan cairan putih yang kental dari kelapa. Ternyata, kelapa mengandung lemak sehat untuk bayi, serta untuk menambah rasa gurih. Sayangnya, saat bayi masih berusia 6 bulan, saluran pencernaan bayi belum terlalu siap untuk mencerna santan. Oleh karena itu, santan baru dapat bisa diberikan saat si kecil berusia 9 bulan.

Saat bayi berusia 9 bulan, kita dapat membuat jenis MPASI seperti nasi tim ayam atau sayur yang dicampur oleh satu sendok makan santan. Dengan lemak sehatnya dan beberapa vitamin yang ada di dalam santan, bayi akan sangat menerima manfaatnya. Tetapi, lebih baik porsi yang diberikan hanya satu porsi saja.

Untuk lebih mengetahui berbagai manfaat dari santan, berikut adalah contohnya:

  1. Lemak yang bergizi

Kandungan lemak yang ada di dalam santan adalah lemak shat yang mengandung kalori untuk energi si kecil.

 

Metabolisme tubuh

Lemak alami yang ada di dalam santan, akan membantu meningkatkan sistem metabolisme tubuh si kecil. Tetapi, kita juga harus membatasi jumlah yang diberikan kepadanya.

  1. Menyerap vitamin

Selain menjaga metabolisme tubuh, vitamin yang diterima bayi akan lebih mudah diserap.

  1. Pembentukan organ

Kandungan lemak santan dapat membantu pembentukan organ seperti empedu, jaringan otot, hati, ginjal, kelenjar adrealin serta plasma darah bayi. Selain itu, asam lemak omega 3 yang ada di dalam santan juga bermanfaat untuk perkembangan otak si kecil sehingga kecerdasannya pun akan terasah.

Sumber: Bidanku.com

 

 

Apa Bedanya Depresi Pasca Kehamilan dan Baby Blues?

Apa Bedanya Depresi Pasca Kehamilan dan Baby Blues?

Selamat Hari Nyepi

Selamat Hari Nyepi