Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Boleh atau Tidak Makanan Ini Bagi Ibu Menyusui?

Boleh atau Tidak Makanan Ini Bagi Ibu Menyusui?

makanan-ibu-menyusui.jpg

Biasanya di masa menyusui, ibu seringkali diberi pantangan terutama oleh orangtuanya untuk tidak makan jenis makanan tertentu. Mungkin saja tujuannya baik agar ibu tidak sembarang makan dan harus berhati-hati. Karena apa yang ibu konsumsi bisa berpengaruh pada ASI yang diberikan kepada bayinya.Di masyarakat sering ditemui pantangan ibu menyusui untuk tidak mengonsumsi ikan, makanan pedas atau asam, dan juga tidak boleh minum air es. Sebetulnya, seperti apa kenyataan di balik makanan dan minuman yang dipantang tersebut?

  • Makan ikan, ASI bau amis

Bisa jadi pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah. Karena ada penelitian oleh Manella dan Bauchamp mengenai makanan yang dikonsumsi ibu menyusui dapat memengaruhi rasa dan aroma ASI. Jika ibu baru makan 1 jam mungkin belum terasa aromanya. Biasanya akan tercium aromanya setelah 2 jam ibu selesai makan.

Meski demikian bukan kemudian ibu tidak boleh mengonsumsi ikan, loh. Justru ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk dikonsumsi ibu menyusui. Apalagi ikan yang berasal dari perairan laut dalam. Misalnya, ikan tuna, tenggiri, salmon, dan sebagainya. Ikan mengandung asam lemak Omega 3 yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi, termasuk perkembangan otaknya.

Jika ibu mengonsumsi makanan dengan lauk pauk berupa ikan, pilihlah yang kondisinya masih segar. Masaklah ikan tersebut hingga sepenuhnya matang. Hindari mengonsumsi mentah maupun setengah matang, karena dikhawatirkan masih mengandung bakteri yang dapat menganggu kesehatan ibu.

  • Makanan pedas atau asam bisa membuat bayi mencret.

Beberapa ibu ada yang memang senang sekali makan pedas dan asam. Sebaiknya, ketika masa menyusui makanan seperti ini dihindari. Bukan karena makanan rasa pedas dan asam ini akan secara otomatis dirasakan pula oleh bayi sehingga bisa menimbulkan mencret atau diare. Tidak demikian. Bagaimanapun juga makanan yang dikonsumsi ibu akan melalui proses untuk diserap sari-sari makanannya untuk masuk ke dalam tubuh, dan tetap dapat memengaruhi ASI secara tidak langsung.

Hal yang dikhawatirkan dari konsumsi makanan pedas dan asam ini adalah dapat mengganggu kesehatan ibu. Apalagi bagi ibu yang mempunyai riwayat gangguan pencernaan. Makanan pedas dan asam ini bisa membuat ibu terganggu pencernaannya sehingga diare, misalnya. Jika ibu jatuh sakit apalagi bila kemudian sampai mengalami dehidrasi, tentu pemberian ASI pada bayipun menjadi terganggu. Maka itulah saat menyusui ibu perlu berhati-hati mengonsumsi makanan pedas dan asam ini.

 

  • Minum es, ASI jadi dingin

Jika ibu sering minum es, ASI menjadi dingin. Akibatnya, bayi akan sering menolak diberi ASI. Tentu tidak demikian. Air minum dalam kondisi dingin ketika masuk ke dalam tubuh akan menyesuaikan suhunya. ASI yang keluar dari tubuh ibupun akan sesuai suhunya dengan suhu tubuh ibu yang hangat sekitar 37 derajat Celcius.

Sebetulnya, ibu di masa menyusui boleh saja minum air dingin, tapi jangan terlalu sering ataupun berlebihan. Hal yang dikhawatirkan dari minum air dingin ini akan menganggu kesehatan ibu. Minum dingin bisa membuat ibu menjadi alergi dingin atau menyebabkan batuk pilek. Ketika kondisi kesehatan terganggu, ibu dalam kondisi lemah dan tak nyaman, maka pemberian ASI juga menjadi terganggu.

  • ASI berlimpah bila ibu menyusui sering minum susu.

Produksi ASI yang berlimpah tentu bukan karena ibu menyusui rajin minum susu, tetapi karena ibu sering menyusui bayinya. Ini menyebabkan payudara terstimulasi untuk memproduksi ASI. Konsumsi susu pada ibu menyusui juga tidak diwajibkan. Ibu boleh-boleh saja mengonsumsinya agar stamina dan kebutuhan kalsium ibu tetap terjaga.

Tapi perlu juga diperhatikan, terutama susu sapi yang dikonsumsi ibu secara tidak langsung memengaruhi ASI. Pada bayi yang alergi bisa mengalami mencret, ruam kulit, dan lain-lain. Jika ibu temui ciri seperti itu pada bayi yang disusuinya, maka sebaiknya ibu berhenti minum susunya. Jika untuk menjaga kebutuhan kalsium dan stamina, ibu bisa peroleh dari makanan lain seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan teri, dan sebagainya.

Tahukah Ibu Soal Manajemen Laktasi?

Tahukah Ibu Soal Manajemen Laktasi?

Cara Hindari Pemberian Sufor Pada Bayi

Cara Hindari Pemberian Sufor Pada Bayi