Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Bila Ibu dengan HIV Hamil
solusisehatku-com-hamil-menyusui.jpg

Ada berbagai kemungkinan seseorang terinfeksi virus HIV (Human immunodeficiency Virus). Virus HIV ini dapat menyebabkan AIDS (acquired immune deficiency Syndrome), suatu kondisi seseorang yang kehilangan kemampuan tubuhnya untuk memerangi infeksi penyakit. Akibatnya, tubuh semakin lama menjadi lemah.

Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman dengan orang yang telah terinfeksi HIV, melalui darah dari jarum suntik yang tercemar HIV, atau dari transfusi darah yang tercemar HIV.

Seorang ibu yang berisiko tinggi terkena HIV dianjurkan untuk menjalani tes HIV pada tenaga kesehatan yang terlatih. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah ibu terinfeksi HIV atau tidak. Karena jika ibu terinfeksi HIV dan kemudian hamil, maka dapat menularkan infeksinya pada bayinya. Penularan dari ibu kepada bayi dapat terjadi selama kehamilan, saat persalinan, dan juga saat menyusui.

Bagi ibu  yang terinfeksi HIV dan kemudian hamil tentu ada perawatan yang dilakukan secara khusus pula, yaitu :

  • Ibu beserta pasangan harus mendapatkan informasi cara mengurangi risiko penularan kepada bayi dan cara pengobatannya selama ibu menjalani kehamilan. Informasi ini dapat diperoleh dari tenaga kesehatan terlatih.
  • Ibu menjalani perawatan dan pemeriksaan sebelum dan setelah bayinya lahir, untuk membantu mengurangi risiko penularan pada bayi.
  • Ibu menjalani pengobatan dengan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) secara teratur sesuai dosis yang ditentukan selama hamil. Ini untuk memperbaiki kesehatan ibu dan juga mengurangi risiko penularan pada bayi.
  • Sebelum bersalin, ibu sudah mengonsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan cara pemberian makan pada bayinya ketika lahir.
  • Bayi yang lahir dari ibu dengan HIV harus menjalani tes HIV, paling cepat 6 minggu setelah dilahirkan. Jika bayinya positif HIV, maka harus dirujuk untuk mendapat perawatan dan pengobatan.

Tanda Bayi Cukup ASI

Apakah Ibu dengan HIV Boleh Menyusui Bayinya?

Apakah Ibu dengan HIV Boleh Menyusui Bayinya?