Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Berapakah Kebutuhan Energi Ibu Hamil?

Berapakah Kebutuhan Energi Ibu Hamil?

ibu-hamil-vegetarian.jpg

Selama hamil, ibu harus memerhatikan kebutuhan gizi untuk dirinya dan juga janinnya. Banyaknya kebutuhan gizi yang diperlukan ibu hamil pada setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia digunakan  batasan berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang  dikembangkan oleh  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada Widya  Karya Pangan dan Gizi Nasional. Bentuk AKG ini berupa tabel rujukan asupan gizi.

Seiring dengan pertambahan usia kehamilan seorang ibu, maka terjadi peningkatan kebutuhan energi dan zat gizi. Seberapa besar kebutuhan energi semasa hamil bila menurut AKG tahun 2013? Kebutuhan energi tambahan ibu hamil pada tiap semesternya sekitar 300 Kal/hari.  Menurut AKG 2013, pada wanita berusia 19-29 tahun yang tidak hamil, kebutuhan energinya sebesar  2.250 Kal/hari. Pada ibu hamil trimester ke-1 membutuhkan sekitar 2.430 Kal dan pada trimester ke-2 dan ke-3 sebesar 2.550 Kal. Energi yang ditambahkan ini berasal dari zat gizi makro yaitu  karbohidrat, protein, dan lemak.

  • Karbohidrat

Zat gizi karbohidrat berperan penting sebagai penyedia  energi bagi ibu dan janin. Juga dalam pembesaran sel yang akan memengaruhi pertambahan berat badan bayi terutama pada trimester ke-3 kehamilan. Saat hamil, ibu direkomendasikan untuk mengonsumsi sekitar 349 gram karbohidrat setiap harinya. Agar tidak mengganggu perkembangan janin, penambahan karbohidrat pada setiap trimesternya sekitar 40 g/hari .

  • Protein

Protein berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan sel yang menunjang pertumbuhan janin, plasenta dan cairan ketuban. Selain itu, protein dapat menjadi cadangan makanan yang dipakai untuk persiapan persalinan, masa sehabis melahirkan, dan menyusui. Total protein yang dianjurkan pada ibu hamil adalah 76 gram per harinya. Untuk bahan makanan sumber protein tertinggi terdapat pada bahan makanan sumber hewani.

  • Lemak

Lemak berperan sebagai cadangan energi bagi ibu. Kebutuhan lemak selama hamil tiap trimesternya sebesar  10 gram/hari atau total kebutuhan lemak menjadi 85 gram/hari. Untuk kebutuhan lemak semasa hamil perlu diperhatikan jenis lemaknya yang baik untuk proses kehamilan, yaitu asam lemak esensial.

Asam lemak esensial ini yaitu asam lemak linoleat dan asam lemak linolenat serta turunannya, yaitu  docosahexaenoic acid (DHA). Peran DHA ini penting bagi penglihatan janin dan kemampuan belajarnya di kemudian hari.

Nah, setelah ibu mengetahui kebutuhan energi semasa hamil ini, sebaiknya mulailah perhatikan asupan makannya sejak awal kehamilan. Agar ibu dapat memenuhi jumlah kebutuhan zat gizi tersebut.

Sumber : Gizi Ibu dan Bayi, Dr. Sandra Fikawati, dkk.

Bidan Indah, Di antara Dukun dan Mitos Tradisonal

Bidan Indah, Di antara Dukun dan Mitos Tradisonal

Jainul Arahab: Laki-Laki juga Bisa Kok jadi Kader

Jainul Arahab: Laki-Laki juga Bisa Kok jadi Kader