Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Berapa Kenaikan Bobot Bayi yang Diharapkan Pasca MPASI?

Berapa Kenaikan Bobot Bayi yang Diharapkan Pasca MPASI?

21618_620.jpg

Setelah mulai makan dan memasuki fase makanan pendamping ASI atau MPASI, biasanya berat badan bayi tidak akan ‘meroket’ naik seperti saat ASI eksklusif. Meskipun demikian, berikut adalah beberapa “patokan” kenaikan berat bayi yang diharapkan pada fase tersebut.

Dokter spesialis anak dr. Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC berbicara kepada detikHealth tentang hal ini. Menurutnya, kenaikan berat badan yang diharapkan pada trimester ketiga yaitu usia 6-9 bulan adalah 450-500 gram per bulan.

“Saat usia 6 bulan, bayi memerlukan makanan pendamping ASI karena ada beberapa nutrien yang harus ditambahkan yang sudah tidak bisa dicukupi dengan ASI saja, yaitu energi atau kalori, vitamin A dan zat besi,” pungkas dokter yang praktik di RS St. Carolus Jakarta tersebut.

dr Elizabeth menambahkan, dengan makanan pendamping yang sesuai dengan anjuran yaitu jumlah, frekuensi, kandungan zat gizi dan tekstur yang berubah bertahap, maka kenaikan berat badan bayi tentu akan naik dengan baik.

Sementara itu, menurut dokter spesialis anak RSIA Brawijaya Kebayoran Baru, dr Yoga Devaera, SpA(K), kenaikan berat badan bayi di usia 1 tahun rata-rata akan naik 1-2 kg per tahunnya, memang tidak akan seperti saat bayi masih minum ASI.

“Saat anak berusia 1 tahun, pertumbuhannya memang akan melambat. Tapi, jangan buru-buru panik, lihat saja grafik pertumbuhan dan berat badan bayi, apakah bobotnya masih sesuai dengan usianya?” tutur dr. Yoga

dr Yoga menjelaskan bahwa saat baru lahir sampai berusia kira-kira 6 bulan, kimposisi lemak di tubuh bayi masih sangat tinggi. Oleh sebab itu, bayi umumnya akan mudah gemuk dan tampak gempal. Namun seiring mulai banyaknya aktifitas dan perkembangan fisik, lemak-lemak tersebut akan menurun.

Yang terpenting, dr Yoga berpesan orang tua tetap memnuhi kebutuhan nutrisi anak dan rutin menimbangnya setiap bulan. Jangan lupa perhatikan apakah berat badan anak sesuai dengan grafik pertumbuhannya. Selama masih dalam batas normal, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Sumber: health.detik.com

Tips Aman Senam Hamil

Tips Aman Senam Hamil

Bahaya Di Balik Pemberian MPASI Di Usia Terlalu Dini

Bahaya Di Balik Pemberian MPASI Di Usia Terlalu Dini