Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Belajar jadi Koki di Posyandu

Belajar jadi Koki di Posyandu

IMG_2145.jpg

Bagi Ibu Hamidah, adanya kelas ibu di posyandu telah membantu meningkatkan pengetahuannya tentang gizi. Bahkan, ia telah merasa seperti koki. Mengapa? Mari kita simak. 

Bagi ibu-ibu hamil mungkin  tak asing lagi dengan istilah kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil adalah kelompok belajar para ibu hamil dengan usia kehamilan antara 4 minggu sampai 36 minggu (menjelang persalinan). Jumlah pesertanya maksimal 10 orang.

Tujuan  kelas ibu hamil ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para ibu mengenai kehamilan dan perawatannya, persalinan, dan sebagainya. Kelas ini bersifat interaktif sehingga lebih bermanfaat ketimbang konsultasi yang dilakukan secara perorangan.

Desa Tanjung Baru adalah salah satu desa di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir) di Sumatra Selatan. Desa ini bisa capai dengan menempuh perjalanan sekitar 4 jam perjalanan dari Kota Palembang. Seperti tipikal wilayah di OKI yang didominasi oleh lahan gambut dan pasang surut air, begitu pula di desa Tanjung Baru. Sebagain besar masyrakat di desa ini bekerja disektor pertanian.

Ibu Hamidah (33 tahun), ia adalah ibu dari tiga anak dan juga warga yang tinggal Desa Tanjung Baru. Kepedulian Ibu Hamidah pada kesehatan anak-anak nya patut diteladani, walau hanya mengeyam pendidikan hingga tingkat SMP saja, namun Bu Hamidah sangat paham arti penting untuk memantu kesehatan putra putrinya.

“Anak adalah titipan Tuhan, saya harus menjaga mereka selalu sehat.” Ujar Bu Hamidah.

Hal tersebut yang mendorongnya untuk selalu datang ke posyandu, terutama untuk menghadiri kelas ibu atau kelompok ibu. Jarak posyandu dari rumah Bu hamidah yang lumayan jauh sekitar 1 kilometer dari rumahnya, yang ditempuh dengan jalan kaki, bukan sebuah penghalang baginya.  Hal ini ia lakukan sejak anak pertamanya berusia satu bulan hingga saat ini berusia 10 tahun.

“Di Posyandu, saya bisa mengukur perkembangan anak saya, apakah dia kurang berat dan juga tingginya. Kadang – kadang dapat imunisasi dan makanan juga,” kata Ibu Hamidah.

Posyandu Pangarayan adalah salah satu posyandu yang mendapatkan pendampingan dari program KGN (Kampanye Gizi Nasional), salah kegiatan kampanye ini adalah membuat kegiatan posyandu menjadi lebih menarik bagi para ibu dan masyarakat.

Hal ini juga disampaikan oleh Bu Hamidah,“Biasanya, (posyandu) menimbang, dan kadang imunisasi. Tapi sekarang berbeda, ada kelas ibu. Kader kasih kita penyuluhan makanan sehat, senam… saya semakin suka ke posyandu”

Dalam kegiatan KGN, posyandu diarah kan menjadi tempat yang menarik, aktif dan sebagai media belajar bagi ibu dan masyarakat dalam masalah gizi dan kesehatan keluarga. Kegiatan di posyandu yang dilakukan oleh program KGN, seperti : penyuluhan, senam sehat, kuis, konsultasi keluarga, penyuluhan penanaman sayur keluarga, lomba masak dalam kegiatan posyandu. Selain itu, ibu Hamidah juga belajar dari kelas ibu bahwa makanan anak yang serba instan belum tentu baik. "Ternyata makanan atau MPASI pabrikan itu banyak pengawetnya," ujarnya. 

Peran bidan posyandu dan kader sangat penting membuat posyandu semakin menarik.  Dari kelas atau kelompok ibu, salah satu kegaitan yang paling menarik adalah kursus dan lomba bagi ibu – ibu dalam menyiapkan makanan pendamping ASI sesuai bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh di sekitar. Dalam kegiatan ini, ibu bahkan juga ayah diajarkan menggunakan sumber pangan lokal untuk dibuat menjadi MPASI yang enak dan bergizi, banyak sumber pangan lokal tersedia di wilayah desa Tanjung Baru yang bisa di manfaatkan. Salah satu contohnya sumber pangan yang mengandung protein tinggi yang ada dan melimpah di wilayah tersebut seperti belut sawah, para kader dan bidan mengajarkan para ibu di kelas tentang bagaimana cara membuat MPASI yang disukai anak dari bahan lokal tersebut. 

“Ternyata cara memasak MPASI tidak susah, karena bahan-bahan lokal juga tidak kalah enaknya. Saya seperti jadi koki saja rasanya,” kata bu Hamidah sambil tertawa kecil.

Terbebas dari Stanting Adalah Hak Setiap Anak

Terbebas dari Stanting Adalah Hak Setiap Anak

Mengenal Tanda-Tanda Pertumbuhan Gigi Pada Bayi

Mengenal Tanda-Tanda Pertumbuhan Gigi Pada Bayi