Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Bangka Belitung Akan Gelar Seminar Perbaikan Gizi

Bangka Belitung Akan Gelar Seminar Perbaikan Gizi

Nutrisi-Ibu-Hamil-e1458705423964.jpg

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar seminar gizi bertema, “Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi,” di Hotel Grand Mutiara, Pangkalpinang, Kamis, 24 Maret 2016. Seminar ini dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, yang jatuh pada 25 Januari lalu. Hadir sebagai pembicara antara lain pakar gizi UI, Prof Dr Endang Achadi MPH DrPH dari FKM UI dan Kemenkes RI. Juga para undangan dari  dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas serta para stakeholder di lingkungan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pelaksanaan ini didukung oleh Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan DPD Persagi (Persatuan Ahli Gizi) Bangka Belitung.

“Melalui seminar ini kita mampu meningkatkan keterlibatan praktisi kesehatan dan nonkesehatan serta lintas sektor terkait dan swasta dalam upaya perbaikan gizi. Selain itu juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, serta meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan gizi kepada masyarakat,” ungkap Gimin SP, Kasie Kesehatan Gizi Masyarakat Dinkes Babel.

Menurut Gimin, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013, Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi sebagai wujud komitmen pemerintah untuk memerangi masalah kurang gizi khususnya stanting. Berdasarkan Peraturan Presiden tersebut, pemerintah memberikan peluang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat dan unsur pemerintah untuk secara terpadu menanggulangi masalah gizi yang terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa 1.000 HPK ini merupakan masa 270 hari kehamilan dan ditambah 730 hari pascamelahirkan, atau sampai anak berusia dua tahun.

“Dengan seminar ini diharapkan adanya peran stakeholder dalam upaya Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat,” ujar Gimin.

(Sumber : Bangka Tribunnews)

Menyusui, Kunci  Pembangunan Berkelanjutan

Menyusui, Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Pasokan Air Bersih di Perkotaan Terancam

Pasokan Air Bersih di Perkotaan Terancam