Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Rizki, balita di RT 02/04 Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu Selatan, didiagnosa menderita gizi buruk. Usianya satu tahun namun berat badannya hanya 4.6 kilogram. Padahal, berat badan ideal untuk balita seusia itu antara 7 - 8 kilogram. Putra pasangan Neneng Hasanah, 25 dan Muhayar, 29 itu membutuhkan asupan gizi.

Menurut Neneng Hasanah, sejak dilahirkan anaknya mengalami kelainan dan ketidakmampuan ekonomi keluarga. “Untuk makan sehari-hari saja susah. Suami saya hanya nelayan pancing sehingga tergantung pendapatan. Jangankan untuk membeli makanan bergizi, kebutuhan sehari-hari saja kami harus gali lubang-tutup lubang,” ucapnya, Rabu (30/03)

Selama ini dirinya membawa Rizki ke Posyandu di Pulau Tidung. Hanya untuk penimbangan dan pemeriksaan saja. Sedangkan ke Puskesmas untuk pemberian makanan tambahan. “Saya rutin membawanya ke Posyandu dan ke Puskesmas. Alhamdulillah ada perkembangan. Berat anak saya yang tadinya hanya 3.2 kilogram sekarang menjadi 4.6 kilogram. Mudah-mudahan ke depan berat badan terus bertambah,” tuturnya.

Penyakit Bawaan

Petugas kesehatan Pulau Tidung, Eli Almisri mengatakan, selain mengalami kurang gizi, Rizki mempunyai penyakit bawaan sejak lahir. Namun, belum diketahui apa penyakitnya. Pihaknya tetap memantau perkembangan anak tersebut.

“Kami sedang fokus untuk menaikkan berat badannya dulu. Sebab, sudah mengalami peningkatan,” jelasnya.  Pihaknya menargetkan berat badan Rizki 5 kilogram. Setelah itu, baru ditindaklanjuti untuk memberikan terapi untuk bisa disembuhkan.

Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Seribu, Fera Budi Utomo menyebut, pihaknya mengoptimalkan penanganan Rizki, dengan memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal di Puskesmas Pulau Tidung. Pengawasan dilakukan secara rutin dan diharapkan berat badannya terkontrol dengan baik.

“Berat badannya dinaikkan dulu sampai 5 kilogram, sehingga daya tahan tubuhnya lebih baik. Setelah itu ditindaklanjuti dengan membawa ke RSUD spesialis anak,” ungkapnya.  Istri Bupati Kepulauan Seribu tersebut meminta pihak Puskesmas selalu melaporkan perkembangan Rizki agar cepat penanganannya.

(Sumber: Poskota)

 

Pentingnya Menyediakan Ruang Laktasi di Jakarta

Pentingnya Menyediakan Ruang Laktasi di Jakarta

Cegah Alergi dengan Pemberian ASI Eksklusif

Cegah Alergi dengan Pemberian ASI Eksklusif