Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Bahaya Luka Terinfeksi Bisa Tetanus

Bahaya Luka Terinfeksi Bisa Tetanus

gejalatetanuscom.jpg

Pada proses ibu bersalin, sangat penting untuk memperhatikan kebersihan tempat bersalin serta penggunaan alat-alat yang digunakan, seperti untuk memotong tali pusat bayi, harus bersih, aman, dan steril. Begitupun ketika bayi lahir harus dilakukan perawatan tali pusat dengan baik dan selalu menjaga kebersihannya. Mengapa? Karena jika tidak bersih bayi akan rentan terkena penyakit tetanus. Seperti apa penyakit ini? Tetanus disebabkan oleh spora Clostridium Tetani, yang biasa ditemukan di tanah. Kuman ini  akan menginfeksi luka yang dalam atau tali pusat bayi baru lahir. Masa inkubasi tetanus sebetulnya dalam waktu 3-14 hari. Gejalanya timbul di hari ketujuh. Sementara kalau pada bayi yang terkena tetanus seringkali timbul pada hari ketiga kehidupannya.

Gejala tetanus diawali dengan kejang otot rahang (trismus atau kejang mulut), kejang disertai nyeri pada otot-otot anggota badan, leher, bahu atau punggung. Bila kejang terjadi pada otot pernapasan maka dapat menyebabkan kematian. Pada dewasa, penyembuhan tetanus umumnya terjadi selama 4-6 minggu.

Tetanus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Perlindungan terhadap penyakit tetanus dimulai dengan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib sebanyak 3 kali pada usia 2, 3 dan 4 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian imunisasi lanjutan pada usia 18 bulan. Juga tetap diberikan pada anak usia sekolah dasar kelas 1 dengan vaksin DT, dan kelas 2 dan 3 sekolah dasar dengan vaksin Td. Bahkan imunisasi tetanus dianjurkan diulang walaupun telah dewasa, dengan vaksin Tetanus Toxoid (TT), setiap selang 10 tahun.

Ibu hamilpun  sebaiknya mendapat imunisasi tetanus karena antibodi pada tubuh ibu akan diturunkan kepada janin dalam kandungannya, sehingga bayi yang baru lahir juga akan mempunyai kekebalan terhadap penyakit tetanus di awal kehidupannya.

 

Anak Tiba-Tiba Lumpuh,Tak Bisa Jalan

Anak Tiba-Tiba Lumpuh,Tak Bisa Jalan

Kenali Gejala Anak Terkena Difteri

Kenali Gejala Anak Terkena Difteri