Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Bagaimana Cara Pantau Tumbuh Kembang Anak?

Bagaimana Cara Pantau Tumbuh Kembang Anak?

harianterbit-com-pantau-tumbuh-kembang.jpg

  Pemantauan pertumbuhan anak sangat penting dilakukan untuk memastikan tahapan-tahapan tumbuh kembang anak sudah terpenuhi. Sayangnya di Indonesia, kesadaran ini masih rendah.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mencatat, pemantauan pertumbuhan anak melalui penimbangan anak umur 6-59 bulan selama enam bulan terakhir frekuensinya sangat rendah. Sebanyak 34,3% tidak pernah melakukan pemantauan tumbuh kembang. Sekitar 44,6% melakukan pemantauan lebih dari 4 kali. Padahal, menurut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya, Dr. Rini Sekartini, SpA(K), masalah kesehatan anak di Indonesia semakin beragam. Karena itu, seharusnya pemantauan tumbuh kembang anak dioptimalkan agar bisa dideteksi adanya masalah yang terjadi pada anak.

Rini mengatakan, angka kematian bayi dan balita menurut data nasional masih tinggi. Selain penyakit, beberapa masalah kesehatan anak juga masih memprihatikan. “Anak dikatakan sehat bila ia jarang sakit, dapat bertumbuh dan berkembang sesuai potensinya. Faktor genetik dan lingkungan memiliki peran penting dalam hal ini. Untuk pertumbuhan yang sehat anak memerlukan nutrisi, imunisasi lengkap, tidur dan aktivitas bermain. Selain itu, anak memerlukan kasih sayang dan stimulasi sesuai tahapan usia anak.”

Selain nutrisi, faktor hormonal berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Agar anak dapat mencapai tinggi badan yang optimal, beberapa hormon berperan penting, yaitu hormon tiroid, hormon pertumbuhan, hormon tulang, dan hormon pubertas. Hormon tiroid jika tidak tercukupi saat bayi akan mengganggu perkembangan otak dan mengganggu pertumbuhan fisik anak.

“Untuk menilai pertumbuhan anak berjalan baik, anak perlu dipantau dengan cara mengukur dan memastikan berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Kemudian memasukkan data tersebut ke dalam kurva standar secara berkala setiap bulannya pada usia anak kurang dari 1 tahun. Dengan bertambahnya usia pemantauan dapat dilakukan setiap 3-6 bulan sekali,” ujar Rini.

(Sumber : www.harianterbit.com)

Hentikan Puasa Bila Ibu Menyusui Mengalami Tanda-Tanda Ini

Hentikan Puasa Bila Ibu Menyusui Mengalami Tanda-Tanda Ini

Kasus Gizi Buruk Anak Indonesia Masih Tinggi

Kasus Gizi Buruk Anak Indonesia Masih Tinggi