Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Ayo Dukung Ibu-Ibu Landak Menyusui!
IMG_7003.jpg

LANDAK, KALIMANTAN BARAT - Belum lama ini IMA World Health mengadakan seminar mengenai ASI Eksklusif, “Ayo Dukung Ibu Menyusui!,” di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (24/8/16). Acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Landak, tersebut dihadiri oleh Team Leader IMA World Health, Ridwan Hasan, perwakilan Bupati Landak, Bappeda, serta Kepala Dinas Kesehatan Landak, Magdalena Nurainy Sitinjak.

Para peserta yang hadir dalam seminar tersebut terutama para bidan dan kader posyandu dari berbagai desa di Landak. Mereka adalah orang-orang yang sering bertemu para ibu. Jadi, bagi mereka sangat penting sekali pengetahuan tentang manfaat ASI, Inisiasi Menyusu Dini, dan larangan penggunaan susu formula. Para bidan dan kader posyandu inilah yang nantinya dapat membentuk masa depan anak-anak Landak yang sehat, berprestasi, serta bebas stanting.

Yang dipresentasikan di dalam seminar ini adalah bagaimana pemberian ASI memiliki peran besar dalam mencegah stanting. Apa itu stanting? Ini adalah suat kondisi di mana panjang atau tinggi badan anak di bawah standar tinggi anak usianya. Penyebab dari stanting adalah kekurangan gizi kronis karena asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, sanitasi yang kurang memadai dapat menyebabkan penyakit seperti diare yang tentu akan menyia-nyiakan asupan gizi sang bayi. Di manakah ASI berada di dalam pencegahan stanting? Tentu dalam pemenuhan gizi yang lengkap, satu-satunya sumber makanan dan minuman yang diperlukan oleh bayi selama 6 bulan pertama.

ASI ekslusif sangat penting untuk dibicarakan karena kandungan gizi, zat anti kanker, dan sebagai vaksin pertama untuk bayi akan berpengaruh dalam mencegah stanting. “ASI sebagai anti-kanker bagi anak, meningkatkan ketahanan tubuh bayi, pencernaan yang baik, anak lebih cerdas dan sehat secara mental, tidak obesitas, serta mencegah stanting,” kata Dr. Utami Roesli.

Para bidan dan kader posyandu menyimak dengan penuh perhatian dan antusias penjelasan yang dipaparkan oleh Dr. Utami Roesli. Banyak pertanyaan yang diajukan mereka. Pertanyaan paling sering muncul yaitu mengenai ASI yang tidak cukup atau tidak keluar sama sekali. Utami pun menjawab permasalahan tersebut. “Apakah waktu melahirkan, ibu sempat melakukan Inisiasi Menyusu Dini? Apakah ibu juga menjalani rawat gabung dengan bayi selama 24 jam?,” tanya Utami kepada para peserta yang hadir.

Menurut Utami, proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebetulnya menjadi kunci keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Ia menganjurkan bahwa para bidan dan kader posyandu harus mendukung proses IMD karena ternyata, terdapat undang-undang yang mendukung pemberian ASI ekslusif seperti. Pasal 6 PP No. 3 Tahun 2012 mewajibkan para tenaga kesehatan untuk mendukung proses IMD, serta tidak menyediakan empeng atau dot, dan masa rawat gabung selama 24 jam. 

Saat IMD akan terjadi skin-to-skin contact dan saat itu tubuh ibu akan mengeluarkan hormon oksitosin atau “hormon kasih sayang.” Hormon ini akan membantu melancarkan ASI untuk keluar. Karena itu, keluarga juga harus mendukung ibu agar ia merasa nyaman. Salah satu paparan Dr. Utami Roesli. “Ayolah bapak-bapak, para ayah ASI, anda diberikan kekuatan dan tanggung jawab oleh Tuhan untuk mendukung dan melindungi anak-anak, dan istri bapak-bapak, ibu dari anak-anak,” ujar Dr. Utami.

Dr. Utami juga menjelaskan zat antikanker yang ada di dalam ASI; dan disebut HAMLET atau Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumour Cells. Zat ini terdapat dalam ASI secara alami untuk membunuh 40 jenis sel tumor yang berbeda tanpa mengganggu sel sehat. Di sini kita melihat bahwa selain mencegah stanting, ibu-ibu dapat melindungi diri mereka dan anak-anak mereka dari kondisi mematikan ini. “ASI memang sangat luar biasa, dan untuk mendapatkan itu adalah hak ibu dan bayi,” kata Utami.

Diharapkan, dengan adanya seminar mengenai ASI eksklusif ini para bidan dan kader Posyandu di Landak menjadi lebih bersemangat dalam mendampingi serta mendorong para ibu untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya agar ia tidak stanting. 

#ASIEksklusif #IMAWorldHealth #PekanASISedunia #MCAIndonesia #ASI

Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar: "Jangan sampai tubuh anak pendek akibat kekurangan gizi,"

Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar: "Jangan sampai tubuh anak pendek akibat kekurangan gizi,"

DPRD Landak Berkomitmen Untuk Mencegah Stanting

DPRD Landak Berkomitmen Untuk Mencegah Stanting