Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Asih, "Bidan Stanting" dari Kuala Behe
Picture2-1.jpg

“Jarak (posyandu) yang jauh, dipedalaman, dan jalan berlumpur serta tidak dapat dilalui kalo hujan turun,” cerita Asih mengawali kisahnya. Dan lanjutnya lagi,” Anak (balita) saya terpaksa ikut pindah kemari agar lebih dekat” Bidan stanting, begitu masyarakat Kuala Behe, memanggilnya. Julukan bidan stanting bukan tanpa sebab, hal ini karena kegigihannya melakukan kegiatan dan penyuluhan mengenai stanting di Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak.

Asih si bidan stanting, adalah salah seorang fasilitator kecamatan, yang merupakan ujung tombak program KGN (Kampanye Gizi Nasional) yang didukung oleh MCA-I dan  Kemenkes. Asih  bertugas di Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, yang  terdiri dari sebelas desa, dengan enam belas jumlah posyandu dan terdapat tujuh bidan.

“Hampir tidak ada akses ke desa-desa. Tidak ada angkot, yang ada hanya ojek khusus atau mobil double gardan,’ ujar Asih melanjutkan cerita. Ia menyampaikan lagi saat hujan turun, jalan antar desa dan kecamatan wilayah kerjanya berubah menjadi kubangan besar, dan hampir tidak bisa dilalui.

 

Picture1

Akses  jalan yang sulit dan keterbatasan tenaga kesehatan adalah salah satu kendala utama dalam memberikan pelayanan kesehatan di Kecamatan ini. Tercatat sebanyak 1 dari 3 balita mengalami stanting. “Perlu 4-5 jam perjalanan, dari desa sampai ke kota kecamatan,” lanjutnya lagi.”Mitos lokal dan terbatasnya informasi  kesehatan pada masyarakat memperparah situasi kesehatan (wilayah ini).”

Namun tantangan ini bukan tidak menjadikan Asih surut, semua cara dilakukan, semua pendekatan dijalankan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat tentang stanting. Kegiatan aktifasi posyandu dengan melibatkan 16 posyandu diwilayah tersebut sudah mulai berjalan, 11 kelas ibu hamil dan kelas ibu dengan balita digalakan yang bekerjasama dengan pada kader dan bidan, dan tidak lupa melibatkan para ayah dalam kegiatan keagaman yang membahas tentang isu stanting. Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus selama kurun waktu hampir setahun.

Awalnya, masayrakat tidak memberikan perhatian lebih. Namun dengan kesugguhan dan kerja yang tulus perlahan mulai membuahkan hasil. Saat ini program kampanye mulai mendapatkan dukungan lebih luas, baik dari pemerintah dan masyarakat.

“Mungkin karena saya sering ke desa bersama bidan, dan  membicarakan  pencegahan stanting, jadi saya dijuluki “bidan stanting “ oleh masyarakat.Padahal saya sebenarnya bukan bidan. Sudah saya jelaskan, tapi mereka (masyarakat) tetap memanggil saya “Bidan stanting”,” cerita Asih mengakhiri ceritanya.

Ke Posyandu Adalah Bentuk Kasih Sayang dan Tanggung Jawab Bapak Dalam Tumbuh Kembang Anak

Ke Posyandu Adalah Bentuk Kasih Sayang dan Tanggung Jawab Bapak Dalam Tumbuh Kembang Anak

Tips Menyapih Anak dengan Kasih Sayang dan Tanpa Tipuan

Tips Menyapih Anak dengan Kasih Sayang dan Tanpa Tipuan