Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

ASI Tak Lancar, Bolehkah Bayi Diberi Susu Formula?

ASI Tak Lancar, Bolehkah Bayi Diberi Susu Formula?

pondokibu-com.jpg

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. ASI akan melindungi bayi dari risiko terkena penyakit degeneratif seperti diabetes tipe 2 dan kegemukan. Sejak tahun 2001 WHO merekomendasikan agar bayi mendapat ASI eksklusif sampai umur 6 bulan. Meski banyak sekali manfaat ASI, masih ada saja mitos-mitos seputar ASI yang menyesatkan bagi ibu menyusui. Mitos-mitos ini malah bisa menghambat keluarnya ASI. Nah, berikut mitos-mitos tentang ASI yang perlu ibu ketahui :

1. Mitos: Produksi ASI menjadi lebih banyak jika payudara sering diistirahatkan dari isapan bayi.

Fakta: Payudara semakin sering diisap bayi, maka semakin banyak ASI yang keluar. Ini karena isapan bayi memberikan sinyal ke otak ibu untuk merangsang produksi ASI lebih banyak.

2. Mitos: Ibu yang memiliki payudara kecil dengan puting datar, ASI-nya sedikit.

Fakta: Ukuran payudara tak ada hubungan dengan banyak sedikitnya produksi ASI. Produksi ASI selalu mencukupi kebutuhan bayi. Apalagi jika ibu rajin menyusui dan selalu berpikiran positif.

3. Mitos: ASI yang belum keluar lancar pada hari-hari pertama setelah ibu melahirkan dapat digantikan susu formula.

Fakta: Belum keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan adalah suatu yang normal. Hari-hari pertama ini ditandai dengan keluarnya kolostrum. Jumlahnya sedikit namun sangat penting untuk antibodi bayi. Sayangnya, banyak ibu pesimis sehingga memberikan bayinya makanan lain selain ASI. Padahal, ini bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada usus bayi yang belum siap.

4. Mitos: ASI pertama yang keluar setelah bayi lahir adalah ASI basi dan warnanya kuning.  Maka itu harus dibuang.

Fakta: ASI yang keluar setelah bayi lahir adalah kolostrum. Manfaatnya sangat besar bagi sistem kekebalan tubuh bayi. Agar bayi bisa memperoleh cairan kolostrum berharga ini, salah satu caranya ibu melakukan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) segera setelah bayi lahir.

5. Mitos: Ibu menyusui harus banyak makan untuk memproduksi ASI yang cukup.

Fakta: Seorang ibu mampu memproduksi ASI secara cukup. Sekalipun ketika bayi tidak menyusui dengan baik (disebabkan oleh pelekatan di mana posisi mulut bayi pada payudara ibu kurang tepat).

6. Mitos: ASI yang encer berarti kualitasnya tidak baik

Fakta: ASI memang terdiri dari dua bagian, yang encer disebut foremilk (ASI awal), yang kaya protein dan laktosa. ASI yang lebih kental disebut hindmilk (ASI akhir) yang kaya lemak. Keduanya sama penting untuk bayi.

7.Mitos: Bila tampak bayi tidak kenyang dan sulit tidur maka perlu diberi susu formula.

Fakta: ASI merupakan makanan yang mudah dicerna bayi. Bayi yang minum ASI lebih mudah lapar dibandingkan bayi yang minum susu formula. Suatu penelitian menunjukkan bayi yang diberi susu formula mungkin tidurnya lebih lama namun bukan berarti tidurnya lebih baik. Hal ini disebabkan susu formula tidak dapat dicerna dengan cepat, sehingga membuat jarak antara waktu menyusu menjadi lebih panjang sehingga bayi tidur lebih lama.

8. Mitos: ASI bisa menyebabkan alergi pada beberapa bayi.

Fakta: Tak ada istilah bayi alergi ASI. Alergi yang ada pada bayi bisa karena alergi dari makanan yang dikonsumsi ibunya pada masa menyusui, sehingga muncul reaksi alergi pada bayi.

(Sumber: healthychildren.org, aimi-asi.org)

 

 

Hari Malaria Sedunia, Menteri Nila Bagikan Kelambu di Bengkulu

Pembangunan Gizi Tentukan Masa Depan Bangsa

Pembangunan Gizi Tentukan Masa Depan Bangsa