Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

ASI Ekslusif adalah Kunci Pembangunan Berkelanjutan

ASI Ekslusif adalah Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Chart_of_UN_Sustainable_Development_Goals-e1459308452413.png

Baru-baru ini Lancet Breastfeeding Series menggarisbawahi bahwa meningkatkan praktek pemberian ASI di seluruh dunia akan menjadi pendorong  mendasar dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 atau Sustainable Development Goals 2030. Bukti yang kuat menunjukkan bahwa pemberian ASI adalah investasi terhadap masa depan anak. Negara-negara termasuk Indonesia dapat menghasilkan masa depan yang sehat dan berkelanjutan. Di negara-negara berpenghasilan rendah, menengah dan tinggi, manfaat ASI bagi individu dan keluarga termasuk mengurangi angka kematian anak, meningkatkan kesehatan, pencapaian pendidikan, dan produktivitas. Menyusui membantu mencapai tujuan-tujuan berikut:

Tujuan 1, 8, dan 10 (Akhiri Kemiskinan, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi; dan Mengurangi Ketimpangan)

  • Pemberian ASI eksklusif adalah hal efektif dan murah untuk meningkatkan modal manusia dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Juga memberi kesempatan yang sama untuk anak berkembang sejak awal.
  • Menyusui dikaitkan dengan kemampuan kognitif yang lebih tinggi. Hal ini dapat diterjemahkan pada penghasilan yang lebih tinggi dalam kehidupan.
  • Manfaat kesehatan yang berhubungan dengan pemberian ASI optimal bisa menghemat triliunan rupiah biaya kesehatan setiap tahunnya. Secara dramatis mengurangi penerimaan rumah sakit untuk penyakit menular.

Tujuan 2 dan 3 (Mengatasi Kelaparan dan Meningkatkan Kesehatan serta Kesejahteraan Segala Usia)

  • ASI membangun kesehatantu membangun kesehatan dan kesejahteraan dari bayi sampai dewasa dengan menyediakan semua nutrisi penting pada bayi dan anak-anak yang membutuhkan, memerangi infeksi dan bahkan mencegah penyakit tidak menular di kemudian hari.Menyusui adalah salah satu bentuk intervensi atas untuk mengurangi kematian anak di bawah 5 tahun atau sebanyak 820,000 di setiap tahun.
  • Bayi yang mendapat ASI ekslusif hanya memiliki 12 persen risiko kematian di negara berpenghasilan rendah dibanding dengan bayi yang tidak mendapat ASI ekslusif.
  • ASI merupakan sumber makanan penting dan unggul bagi rumah tangga miskin dan kaya, memberikan nutrisi penting bagi kehidupan seorang anak.
  • Hampir setengah dari kasus diare dan sepertiga dari infeksi pernapasan akan dicegah dengan menyusui selama enam bulan pertama.
  • Peningkatan pemberian ASI bisa menyelamatkan 20.000 nyawa ibu di Indonesia setiap tahun dari kanker payudara—membantu untuk berkontribusi pada tujuan global kematian ibu berkurang.
  • Menyusui menurunkan risiko obesitas di kemudian hari.

Tujuan 4: Pastikan Kualitas Pendidikan

  • Menyusui memastikan anak-anak memiliki dasar yang mereka butuhkan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas untuk menjadi sukses.
  • Menyusui dikaitkan dengan peningkatan tiga titik rata-rata IQ antara anak-anak dan remaja.
  • Kemampuan kognitif yang lebih besar mengarah pada peningkatan produktivitas dan pendapatan di kemudian hari, dan juga untuk belajar lebih baik dan hasil-hasil yang relevan dengan target pendidikan yang lebih efektif dan inklusif.

Tujuan 12 dan 15: Pastikan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan; dan Meningkatkan Kehidupan

Menyusui adalah investasi dalam kelestarian lingkungan. Mendukung pemberian ASI daripada alternatif lain seperti susu formula akan membantu untuk mencapai target  seperti kurangnya polusi atas tanah dan air, dan membantu mendorong produksi global serta pola konsumsi masyarakat untuk lebih ramah lingkungan dan lebih bertanggung jawab.

  • ASI adalah sumber makanan yang ramah lingkungan, diproduksi tanpa polusi dan dikonsumsi dengan jejak ekologi yang minimal.
  • Pengganti ASI sebagai alternatif justru membutuhkan energi untuk manufaktur, bahan kemasan, bahan bakar untuk distribusi dan bahan pembersih beracun - yang semuanya mencemari udara, mencemari lautan, dan menghasilkan miliaran ton plastik dan sampah logam yang berakhir di tempat pembuangan sampah.

Oleh karena itu, mengingat relevansi menyusui yang optimal bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak Indonesia, sangat disarankan bahwa itu dimasukkan sebagai salah satu SDG indikator nasional untuk Indonesia.

Sumber: The Lancet Breastfeeding Series

Kenali Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Kenali Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Cara Mudah Perah ASI Pakai Tangan

Cara Mudah Perah ASI Pakai Tangan