Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Arisan Jamban Desa Kapuk, Bangka Jadi Percontohan

Arisan Jamban Desa Kapuk, Bangka Jadi Percontohan

arisan-jamban-di-desa-kapuk.jpg

  Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), merupakan judul inovasi pelayanan publik di balik kocokan arisan jamban di Desa Kapuk, Kabupaten Bangka. Ibu merupakan generasi pertama atau pencetus ide yang saat ini sudah menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia yang mempunyai masalah BABS. Hal ini diungkapkan, Bambang Setiawan, salah seorang Tim penguji Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada pengujian kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang digelar di ruang rapat Sriwijaya II, Kemenpan RB (10/3/16).

“Arisan Jamban di Kabupaten Bangka merupakan generasi pertama, dan kemudian dicontoh oleh daerah-daerah lain,’’ ungkap Bambang. Inovasi tersebut sangat menarik, lanjut Bambang, karena menghasilkan manfaat kepada masyarakat. Diharapkan akan terus ada mekanisme kontrol dari pemda melalui Dinas Kesehatan dan Kelompok Kerja (Pokja) di desa-desa. Hal ini agar inovasi tersebut terus berjalan dan dengan tersedianya jamban, tingkat kesehatan masyarakat bisa terus ada.

Menurut Wakil Bupati Bangka, Rustamsyah, pada tahun 2011, hanya 1 desa yang melakukan arisan jamban yakni Desa Kapuk. Sekarang sudah 10 desa yang melakukan arisan jamban. “Sejak muncul inovasi arisan jamban pada tahun 2011 hingga sekarang, penyakit diare dan malaria di Kabupaten Bangka mengalami penurunan yang signifikan,”papar Rustamsyah di hadapan 8 orang tim penguji Sinovik Kemenpan.

‘’Ide arisan jamban itu, lanjut Rustamsyah, muncul dari ibu-ibu Desa Kapuk. Kemudian difasilitasi oleh Dinas Kesehatan dengan membantu penyediaan closet dan bahan pembuatan jamban sederhana, sehingga Desa Kapuk menjadi daerah ODF (Open Defecation Free) atau bebas buang air besar sembarangan.”

(Sumber: Bangkapos.com)

 

Perda ASI Eksklusif Tengah Digodok di Sukabumi Tengah

Perda ASI Eksklusif Tengah Digodok di Sukabumi Tengah

Gunung Kidul Deklarasikan Stop BAB Sembarangan

Gunung Kidul Deklarasikan Stop BAB Sembarangan