Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Apakah Imunisasi Dapat Menurunkan Angka Stanting?

Apakah Imunisasi Dapat Menurunkan Angka Stanting?

Imunisasi.jpg

Menurut dr, Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) tentunya imunisasi tidak secara langsung dalam menurunkan angka stanting. Stanting atau kondisi anak pendek di bawah standar tinggi anak seusianya, merupakan masalah yang sangat kompleks. Penyebabnya berkaitan dengan masalah gizi, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Bagaimana kondisi gizi ibu sejak hamil, pemberian ASI, serta masalah pemberian makanan tambahan (complimentary feeding). Lantas bagaimana kaitannya dengan imunisasi?

Pada masa 1000 hari pertama tersebut jika anak mengalami kurang gizi maka akan mudah menjadi sakit-sakitan. Belum lagi, jika dalam usia setahun pertama anak tidak mendapatkan imunisasi maka daya tahan tubuh anak sangat rentan terhadap penyakit-penyakit berbahaya seperti tubekulosis, pneumonia, dan sebagainya. Jika anak mengalami kurang gizi ditambah tidak diimunisasi maka tubuhnya lemah dan anak mudah sakit-sakitan, atau rentan terkena penyakit kronik berbahaya. Hal ini tentu berdampak pada pertumbuhannya. Anak bisa mengalami pertumbuhan yang tidak optimal atau mengalami gagal tumbuh. Jadi, efek dari kekurangan gizi dan lemahnya daya tahan tubuh anak tersebut saling berkaitan dan efeknya pada stanting tidak secara langsung.

Paling menakutkan, lanjut Aman,  yaitu stanting dikaitkan pada kebodohan anak nantinya. Perkembangan kecerdasannya menjadi terhambat dan ini berpengaruh pada masa depannya kelak. Selain itu, secara ekonomi stanting juga  berpengaruh pada masalah perekonomian negara. Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya kelak di tahun 2030 dengan kondisi stanting seperti itu?

Aman mengatakan bahwa angka stanting hampir tidak ada di negara-negara yang dianggap maju. Sementara di Indonesia angka stantingnya cukup tinggi dan masuk 5 besar dunia. Jadi, masalah stanting memang suatu masalah serius yang perlu ditangani dengan melibatkan banyak pihak. Harus ada kebijakan serta kemauan pemerintah dan juga para stakeholders.

Hal paling penting  dalam upaya mengurangi dan mencegah stanting yaitu dengan penanganan masalah gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Terutama masalah pada gizi ibu hamil, pemberian ASI, serta pemberian makanan tambahan. Selain itu pentingnya pula pemberian imunisasi yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh  anak terhadap penyakit serta menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak karena penyakit-penyakit berbahaya. Di samping masalah lainnya yaitu perhatian terhadap sanitasi yang bersih. Jadi, penanganan stanting memang harus berkaitan dengan semua program tersebut, serta melibatkan banyak pihak agar permasalahannya diketahui dan dapat diatasi bersama.

Kondisi Gizi Anak Indonesia

Kondisi Gizi Anak Indonesia

Hampir Separuh Dari Balita di Kabupaten Kapuas Stanting

Hampir Separuh Dari Balita di Kabupaten Kapuas Stanting