Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Apakah Dampak Berpuasa pada ASI?

Apakah Dampak Berpuasa pada ASI?

2318051-e1496650496323.jpg

Tahukah Ibu, bahwa ibu menyusui boleh berpuasa? Hal ini betul karena menurut penelitian, puasa tidak akan mengurangi asupan nutrisi dan produksi ASI. Namun, ada beberapa hal yang harus ibu perhatikan agar ASI yang keluar tetap berkualitas dan bergizi untuk anak agar ibu juga tidak kelelahan selama puasa. Ayo ikuti tips ini agar masa puasa akan berjalan lebih lancar dan ASI tetap berkualitas. Untuk mencegah stanting, pemberian ASI eksklusif tetap memegang peran penting. Berdasarkan penelitian, memang tidak ada dampak langsung, namun ASI eksklusif adalah faktor pendukung yang kuat. Yang pertama, adalah untuk menjadikan serat sebagai prioritas. Mengapa? Karena selama hampir 13 jam ibu tidak makan dan minum apapun sehingga ibu harus merasa kenyang lebih lama. Nah, cara yang paling gampang atau tepat untuk memnuhi gizi selama puasa adalah tentu di saat sahur – kapan lagi? Ibu dapat menyiapkan menu sahur yang lengkap di malam sebelumnya yang dilengkapi oleh sayur dan buah dimana kandung serat yang ada sangat tinggi. Selain mengenyangkan, serat juga akan membantu sistem pencernaan ibu agar tidak terlalu susah buang air besar.

Memang sudah ada penelitian tentang komposisi ASI dimana ibu menyusui di Israel menjadi peserta Zimmerman et. Al (2009). Di dalam penelitian ini, peneliti menguji ASI para ibu sebelum dan setelah bulan puasa dan menemukan beberapa perubahan biokimia. Beberapa nutrien seperti zinc, magnesium dan potassium berkurang saat berpuasa, dan oleh karena itu ibu menyusui harus makan dengan gizi seimbang saat sahur dan setelah buka puasa tentunya.

Yang kedua, ibu menyusui harus istirahat dengan cukup di tempat yang sejuk di rumah agar ibu tidak mudah haus atau dehidrasi.

Terakhir, usahakan untuk tetap makan tiga kali sehari. Betul, siapa bilang ibu tidak bisa tetap menjaga pola makan tiga kali sehari selama puasa? Selain sahur dan buka puasa, ibu menyusui juga bisa meluangkan waktu sebelum tidur agar kebutuhan gizi dan kualitas ASI akan terjaga. Misalnya, ibu bisa mengonsumsi buah-buah yang mengenyangkan seperti pisang. Untuk minuman, susu menjadi pilihan yang pas karena susu mengandung protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI.

Sumber: Bidanku, Female.Fimela.com

Tips Menyusui Selama Bulan Puasa

Tips Menyusui Selama Bulan Puasa

Gizi Remaja juga Tidak Kalah Penting dalam Upaya Pencegahan Stanting

Gizi Remaja juga Tidak Kalah Penting dalam Upaya Pencegahan Stanting