Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Apa yang Sudah Bisa Dilakukan Anak Berdasarkan Usianya?

Apa yang Sudah Bisa Dilakukan Anak Berdasarkan Usianya?

05R4348-min-e1493354998598.jpg

Sebagai orang tua, tentu Bunda ingin si kecil tumbuh sehat kan? Selain memberikan anak asupan gizi yang seimbang, bagaimana cara memantau perkembangan anak? Berikut adalah beberapa penjelasan sederhana tentang apa saja yang dapat dilakukan anak saat ia sudah sampai di usia tertentu. Yuk kita simak!

  1. 3-6 Bulan:
    • Di sini, bayi sudah bisa mengangkat kepala lebih tegak pada posisi tengkurap.
  2. 9-12 Bulan:
    • Bayi sudah mulai bisa berjalan dengan berpegangan
  3. 12-18 Bulan:
    • Umumnya bayi sudah bisa minum sendiri dan memegang sendok sendiri.
  4. 18-24 Bulan:
    • 2-3 tahun: Umumnya bisa berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan, serta mampu melepas pakaian sendiri.
  5. 3-4 Tahun:
    • Secara umum, anak sudah bisa mengenal dan menyebutkan paling sedikit 1 warna.
  6. 4-5 Tahun:
    • Anak sudah bisa mencuci tangan sendiri.

Tetapi, yang paling "mantap" adalah membawa anak secara rutin ke posyandu yaitu 1 kali setiap bulan! Ini sangat penting, apalagi di masa-masa anak masih menyusui yaitu dari usia 6 bulan sampai 2 tahun.

Pos Layanan Terpadu ini adalah satu program kesehatan dasar dari pemerintah untuk menangani masalah terutama kesehatan balita. Oleh karena itu, jika ibu sering ke posyandu, ibu mendukung suatu program masyarakat yang dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Di posyandu terdekat, ibu dapat langsung memantau kesehatan balita ibu. Selain sebagai tempat pelayakan kesehatan, pendidikan dan pemeriksaan kesehatan juga diterapkan. Di dalamnya ada masalah pencegahan dan penanggulangan penyakit yang biasa dialami balita seperti batuk, pilek, diare, dan demam, serta penyebab dan gejalanya.

Nah, apabila dalam pemeriksaan ini ditemukan indikasi penyakit, bidan dan kader di posyandu akan merujuk ke puskesmas. Selain itu, ibu juga dapat memastikan bahwa anak akan mendapatkan imunisasi. Pemberian vaksin dalam imunisasi ini sangat penting untuk mendukung kesehatan balita seperti kekebalan tubuhnya dalam penyakit tertentu. Dan yang tidak kalah penting, ibujuga bisa mendapatkan info seputar status gizi si anak.

Inilah yang bisa kami sampaikan saat ini tentang deteksi dini pada tumbuh kembang anak yang perlu ibu ketahui. Tetapi, janganlah ibu merasa sedih atau khawatir jika anak belum bisa melakukan berbagai macam hal yang ada di atas pada usianya sat ini. Tidak semua anak sama, sehingga momen "Wow!" pada tumbuh kembang setiap anak juga berbada satu dengan yang lain.

Sumber: Gizi Tinggi Prestasi.org, Ibu dan Balita.com

 

Kelas Ibu sebagai Sarana Belajar untuk Pencegahan Stanting

Kelas Ibu sebagai Sarana Belajar untuk Pencegahan Stanting

Bagaimana Imunisasi Dapat Menurunkan Angka Stanting?

Bagaimana Imunisasi Dapat Menurunkan Angka Stanting?