Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Apa Saja Upaya Diperlukan Untuk Mencegah Stanting?

Apa Saja Upaya Diperlukan Untuk Mencegah Stanting?

Anak-Indonesia.jpg

Tahukah kita bahwa Indonesia merupakan peringkat angka stanting kelima tertinggi di dunia? Ada hampir 9 juta atau lebih dari 1/3 balita Indonesia yang mempunyai tinggi badan  lebih pendek dari standar tinggi badan anak seusianya. Tentunya ini merupakan bahaya yang mengancam bangsa. Jika situasi ini dibiarkan maka mereka bisa menjadi generasi yang hilang.

Stanting ini disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu yang lama pada 1000 hari pertama kehidupannya dari janin sampai anak berusia 2 tahun. Akibat dari kekurangan gizi dalam waktu yang lama tersebut maka perkembangan otak dan fisik anak menjadi terhambat. Potensi alami diri yang ada pada diri anak menjadi tidak berkembang. Sehingga anak akan sulit berprestasi maupun bersaing. Begitupun di usia produktifnya. Selain itu, mereka rentan terhadap penyakit.

Tentunya, untuk mencegah dan mengurangi stanting diperlukan kerjasama semua pihak dengan meningkatkan upaya di semua sektor. Upaya yang dapat dilakukan dari tingkat keluarga hingga pengambil kebijakan.

 Upaya pada tingkat keluarga

Pada tingkat keluarga, merupakan upaya mendasar dalam menurunkan angka stanting. Peran keluarga, ibu, bapak dan pengasuh sangat penting dengan memastikan kesehatan dan kecukupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan sejak lahir hingga usia anak 2 tahun.

  • Cara pertama mulai yang dilakukan saat ibu hamil dengan makan makanan bergizi seimbang terutama makanan bersumber protein dan kaya akan zat besi. Ibu hamil harus mengkonsumsi suplemen zat besi (tablet tambah darah) minimal sebanyak 90 butir selaa masa kehamilan.
  • Memberikan ASI saja sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan pertama, lalu melanjutkannya dengan pemberian makanan pendamping ASI dengan jumlah, frekuensi, dan keberagaman yang cukup. Tak hanya ibu, suami juga harus memberikan dukungannya dalam keluarga. Suami perlu menguapayakan ketersediaan pangan untuk asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, juga bagi tumbuh kembang anaknya, memberi dukungan pada ibu untuk menyusui bayinya, serta ikut bekerjasama sesuai perannya sebagai ayah dalam pengasuhan anak.
  • Selain itu anak juga harus tinggal di lingkungan rumah yang bersih dengan tersedia jamban yang sehat.

Upaya di tingkat masyarakat

Selain dari lingkup keluarga terkecil, upaya mencegah dan mengurangi angka stanting harus diupayakan pula di tingkat masyarakat. Para tokoh-tokoh agama dan masyarakat, serta aparat pemerintah setempat untuk turut serta memberikan pendidikan kepada masyarakatnya mengenai kebersihan, gizi, dan pengasuhan. Juga melakukan kegiatan-kegiatan konkrit yang mendukung upaya tersebut. Ketersediaan posyandu di tingkat desa, kelas ibu hamil, ibu menyusui perlu dilakukan.

Upaya ditingkat pemerintahan

Di tingkat yang lebih luas lagi, pemerintah juga mengupayakan lewat kebijakan-kebijakan yang mendukung serta upaya-upaya lainnya dalam pencegahan stanting. Pemerintah ditingkat desa bisa berperan dalam memberikan fasilitas penyelenggaraan posyandu dan pembentukan kader, Pemerintah di tingkat kabupaten  perlu memberikan pelatihan bagi para petugas-petugas kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal gizi, kesehatan, dan pengasuhan anak. Pemerintah bekerjasama dengan pihak swasta dan swadaya masyarakat lainnya membangun fasilitas-fasilitas yang mendukung sektor kesehatan seperti pembangunan jamban-jamban sehat, penyediaan sarana dan prasarana air bersih, peningkatan fasilitas-fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan sebagainya. Jadi, agar dapat terwujud pencegahan dan pengurangan angka stanting di Indonesia perlu dilakukan upaya bersama-sama secara terintegrasi dan menyeluruh.

Stanting adalah masalah bersama, dengan kerjasama semua sektor maka masalah ini bisa segera bisa ditangani dengan baik.

photo : www.berdikarionline.com

Pangan Lokal Bisa Atasi Gizi Buruk

Pangan Lokal Bisa Atasi Gizi Buruk

Pengaruh penggunaan jamban dan angka stanting pada balita