Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Apa Kata Dokter Soal Penggunaan Garam dan Gula pada MPASI?

Apa Kata Dokter Soal Penggunaan Garam dan Gula pada MPASI?

pri_1444388920-e1460016094136.jpg

Pernahkah ibu mengalami, sudah membuatkan MPASI sedemikian rupa buat sang buah hati, namun si kecil menolaknya? Tenang, tak perlu putus asa untuk selalu membuatkan makanan buat si kecil. Coba selidiki, kenapa si kecil tak mau memakannya? Jangan-jangan dia mulai bosan dengan makanan yang itu-itu lagi, seperti misalnya bayam dan brokoli semua dicampur di dalam slow cooker.

Bagaimana kalau ibu mencoba saran dari dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA dari RS Bunda Jakarta ini. ”Coba, rasakan makanan yang dibuat untuk si bayi. Jangan takut pakai bumbu, misalnya bawang putih,“kata dokter yang disapa dengan dr Tiwi ini.

Memang, lanjut dr Tiwi, kalau anak makan dengan rasa yang original itu bagus. Namun, tidak semua anak bisa seperti itu. Seiring berjalannya waktu anak juga mulai mengenal rasa. Di usia 7 bulan, ia sudah bisa mengenal rasa dan usia 8 bulan ia sudah tahu rasa. Garam dan gula biasanya digunakan sebagai perasa makanan.

Jadi,  menurut dr Tiwi, bila anak cenderung susah makan, penggunaan garam sebagai perasa boleh saja dengan jumlah secukupnya. Sementara, untuk pemakaian gula seperti gula pasir atau gula merah sebaiknya juga jangan terlalu banyak. Karena bisa menyebabkan nafsu makan anak untuk mengonsumsi makanan bergizi menjadi hilang.

 

(Sumber: detikHealth)

 

 

 

 

Perhatikan Tekstur MPASI, Harus Sesuai Usia Bayi

Perhatikan Tekstur MPASI, Harus Sesuai Usia Bayi

Purwakarta Kembangkan Puskesmas Khusus Anak

Purwakarta Kembangkan Puskesmas Khusus Anak