Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Angka Stanting di Peru Turun dari 29% ke 14% - Apakah Kunci Sukses Mereka?

Angka Stanting di Peru Turun dari 29% ke 14% - Apakah Kunci Sukses Mereka?

4608.jpg

Sebuah program transfer tunai yang terikat dengan pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak-anak, merubah Peru menjadi kisah sukses yang luar biasa alam menanggulangi kekurangan gizi balita, atau stanting.

Masyarakat Peru sudah lama berfikir bahwa tubuh yang pendek adalah keturunan dari suku asli negara itu. Tetapi, kampanye multi-cabang dari pemeriksaan kesehatan, skema bantuan tunai bersyarat, dan pengeluaran fasilitas publik telah mengurangi separuh kasus stanting dalam waktu kurang dari satu dekade.

Dari 2007 sampai 2014, angka stanting menurun dari 29% ke 14% di Peru. Ini adalah salah satu pencapaian sukses untuk mengurangi stanting di dunia.

Tentu, pengurangan stanting membutuhkan kerjasama atau koordinasi dari banyak pihak. Di Peru, pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan LSM untuk fokus kepada tujuan spesifik dan upaya kebijakan untuk mengkonversi pertumbuhan ekonomi Peru yang mengesankan ke pengurangan stanting yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis.

Pada tahun 2000, 1 dari 3 balita Peru kekurangan gizi. Beberapa tahun kemudian, walaupun dengan pengeluaran 200 juta dollar terhadap program nutrisi setiap tahunnya, angka stanting masih stagnan. Hal ini dinyatakan oleh Alessandra Marini, seorang ahli ekonomi World Bank dan ketua program bantuan tunai di Peru (Juntos) dari 2007 sampai 2016.

“Jadi kita harus merubah pengertian tentang stanting itu sendiri,” ujar Marini kepada The Guardian. Di sini, kita harus menyadari bahwa kekurangan gizi kronis tidak disebabkan oleh nutrisi saja, tapi oleh tingkat diare yang tinggi karena sanitasi buruk, infeksi pernafasan, rendahnya pemberian ASI dan pemberian MPASI.

Jadi, fokus yang terbaru adalah 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). World Bank mendukung skema transfer tunai bersyarat, atau yang disebut Juntos (Bersama) dan berhasil untuk meningkatkan kunjungan pemeriksaan kesehatan dan perkembangan anak-anak di 3 tahun pertama kehidupan mereka sebanyak 2 kali lipat selama 2005 dan 2015. Kehadiran anak di sekolah juga meningkat, dengan imbalan pembayaran tunai bulanan di sekitar 30 dolar kepada kepala rumah tangga perempuan. Skema ini dimulai pada tahun 2005, dan beroperasi di 22 dari 25 daerah pedesaan di Peru, di mana angka kemiskinan lebih dari 50%.

“Juntos adalah mesin di balik perubahan tersebut. Hal ini sangat penting karena telah menciptakan insentif bagi para wanita,” kata Marini. Ibu hamil dan menyusui diharapkan untuk menghadiri pemeriksaan antenatal dan postnatal, serta menjalani proses persalinan yang dibantu. Keluarga dengan anak-anak di bawah lima tahun harus menjalani pemeriksaan rutin untuk memantau pertumbuhan mereka, serta menerima resep MPASi yang baik, imunisasi dan obat cacing.

Oleh karena itu, kekurangan gizi kronis bagi penerima Juntos di bawah lima tahun hampir setengah berkurang dari 47.9% di 2009 ke 25.2% di 2015, menurut badan pusat statistik Peru.

Tetapi, edukasi juga kunci juga penting, seperti dijelaskan oleh Marini, “para orang penduduk desa terlalu yakin bahwa menjadi masyarakat adat, mereka pasti akan bertubuh pendek,”

“Upaya kita adalah untuk memastikan bahwa semua orang mengerti bahwa di antara umur 0 sampai 5, setiap anak di dunia memiliki potensi pertumbuhan yang sama,” katanya.

Ariela Luna, mantan menteri kebijakan untuk pengembangan dan pelayanan inklusi sosial, mengatakan bahwa memerangi kekurangan gizi balita sangat bergantung oleh “dukungan presiden dan pemerintah eksplisit dan belanja publik yang ditargetkan,”, yang berarti menggunakan Articulated Nutrition Programme berbasis bukti.

Kementrian keuangan Peru, memainkan peran kunci untuk menggerak pemangku kepentingan lainnya, dan memprioritaskan investasi di daerah-daerah dengan angka stanting yang tinggi, ujar Marini.

Selain itu, Nathalye Zuñiga, koordinator teknis Juntos mengatkan bahwa kekayaan sumber daya alam di Peru memanfaatkan masyarakatanya. Tetapi, mereka masih harus belajar tentang mengolah berbagai macam makanan.

Sumber: The Guardian: https://www.theguardian.com/global-development/2016/sep/30/the-country-that-cracked-its-stunting-crisis

Mengapa Mengonsumsi Ikan dapat Mengurangi Kasus Gizi Buruk

Mengapa Mengonsumsi Ikan dapat Mengurangi Kasus Gizi Buruk

Kenali 5 Masalah Kulit pada Balita

Kenali 5 Masalah Kulit pada Balita