Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Angka Balita Stanting di Kalteng Lebih Tinggi dari Angka Nasional

Angka Balita Stanting di Kalteng Lebih Tinggi dari Angka Nasional

palangkaraya.jpg

  “Angka stanting di Kalteng pada tahun 2013 sebesar 41,32 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 39,21 persen,” ungkap Sofia Wirda, Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, saat acara Orientasi Jurnalistik Stanting dan Sanitasi di Palangka Raya, (7/3/16).

Wirda menjelaskan bahwa penurunan angka stanting di Bumi Tambun Bungai telah dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya, pertemuan lintas sektor, pelatihan, dan melibatkan masyarakat di Posyandu. “Menurunkan angka stanting di Kalteng ini perlu dukungan dinas pendidikan dan dinas lainnya, karena Dinas Kesehatan baru melakukan berbagai tindakan setelah ada kejadian.”

Direktur Kesehatan Berbasis Masyarakat dan Gizi, Dr. Minarto juga mengingatkan masyarakat di Kalteng mengenai bahaya stanting bagi pertumbuhan fisik maupun kecerdasan anak sejak dalam kandungan hingga berumur dua tahun. Stanting adalah ketika anak atau balita lebih pendek dari standar tinggi badan seumurnya.

“Kita sering melihat anak-anak sekolah dasar (SD) dengan tinggi badan tidak merata, ada yang terlihat lebih pendek. Berdasarkan penelitian, 36 persen atau satu dari tiga anak balita di Indonesia mengalami stanting atau pendek,” kata Minarto.

Minarto juga menyarankan masyarakat untuk memahami permasalahan stanting sekaligus menerapkan atau mencegah stanting.  ”Tinggi maupun kecerdasan seseorang tidak selalu berkaitan dengan gen orangtua. Bahkan, hasil risetnya sangat kecil. Maka, kunci dari pemahaman stanting terletak kepada pemahaman pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), atau sejak dalam kandungan hingga berumur dua tahun.“

“Perempuan yang sedang mengandung, lanjut Minarto, harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama bersumber protein hewani agar janin selalu sehat dan bayi lahir selamat. Pemahaman ini tak hanya bagi  perempuan mengandung tapi juga suami maupun keluarga lainnya.”

Selain itu, sejak lahir sampai usia 6 bulan bayi wajib mendapatkan ASI eksklusif. Setelah itu bayi mendapatkan makanan pendamping yang beragam dan cukup hingga berusia 2 tahun. Hal ini sangat penting. Menurut Minarto yang juga ahli gizi mengakui, masih banyak bayi yang belum usia 6 bulan sudah diberikan susu formula. Padahal, itu dapat menimbulkan efek yang kurang baik bagi pertumbuhan fisik maupun otak anak. “Semua perempuan melahirkan bisa memberikan ASI saja kepada anaknya. Masalahnya, seberapa yakin dan kuat niat seorang perempuan memberikan ASI saja kepada anaknya serta dukungan dari keluarga. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Selain memperhatikan 1000 HPK, menurut Minarto, komponen masyarakat khususnya keluarga, perlu memperhatikan pula sanitasi atau pola pola hidup sehat, dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. “Di Indonesia masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan jamban atau tidak memiliki toilet. Tak hanya pemerintah, semua komponen masyarakat harus bersama-sama mendorong masyarakat agar menggunakan jamban atau toilet,” kata Minarto.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalteng, Sutransyah mengatakan, Orientasi Jurnalistik Stanting dan Sanitasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan wartawan semakin lebih baik. (dod/P4)

(Sumber : Palangka Post)

Wartawan Kalimantan Tengah Diberi Ilmu Sanitasi dan Gizi

Wartawan Kalimantan Tengah Diberi Ilmu Sanitasi dan Gizi

Ragam Penyebab Pernikahan Dini di Kalangan Anak/Remaja