Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Angka Balita Stanting di Kabupaten Bogor Mengkhawatirkan

Angka Balita Stanting di Kabupaten Bogor Mengkhawatirkan

inilah-com.jpg

Jumlah anak stanting atau pendek karena kekurangan gizi dalam waktu lama dari mulai janin hingga bayi berusia dua tahun di Kabupaten Bogor mencapai 27 persen dari jumlah anak 530.000 jiwa. Demikian menurut Kabid Bina Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Devy Siregar. Ia menambahkan, anak stanting ada tersebar di 40 kecamatan. “Anak stanting ini terjadi selain karena kurang gizi juga karena adanya pernikahan dini di bawah usia 20 tahun. Ada kaitan antara pernikahan dini dengan anak stanting. Karena wanita yang menikah di usia dini, kondisi kandungan atau rahimnya belum siap," tambah Devy.

Untuk mencegah anak atau bayi mengalami stanting, Devy pun menganjurkan agar ibu rajin memeriksa kandungan atau bayinya ke Posyandu. "Dari 530.000 jumlah anak berusia dua tahun dan bayi, hanya 430 ribu yang datang ke Posyandu. Harus ada keterlibatan Kepala Desa, Camat, RT dan RW agar kesehatan ibu dan bayi terjamin," lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Camalia Wilayat Sumaryana menerangkan, ada dua faktor penyebab anak stanting. "Selain karena gizi buruk, faktor keturunan atau gen juga menjadi penyebab. Kasus rendahnya tumbuh kembang anak juga karena kebiasaan masyarakat atau ibu yang lebih fokus memberi makan untuk ayah ketimbang anaknya. Stigma tersebut harus diubah oleh masyarakat. Asupan gizi bagi anak juga harus dipentingkan untuk tumbuh kembangnya," terangnya.

(Sumber : www.inilahkoran.com)

 

 

 

 

 

 

 

Posyandu Kecamatan di Kalbar Buat Terobosan

Posyandu Kecamatan di Kalbar Buat Terobosan

Akibat Stanting

Akibat Stanting