Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Anak Tiba-Tiba Lumpuh,Tak Bisa Jalan

Anak Tiba-Tiba Lumpuh,Tak Bisa Jalan

imunisasi-lagi.jpg

Anak yang sehat akan tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Namun, adakala di dalam perkembangannya ada hal yang harus diperhatikan orangtua. Misalnya, tiba-tiba saja anak yang sudah bisa berjalan menjadi tidak bisa berjalan atau lumpuh. Apakah yang sebenarnya terjadi? Kelumpuhan yang terjadi pada anak secara tiba-tiba bisa disebabkan oleh virus polio. Serangan ini dapat terjadi dalam hitungan jam. Virus penyebab penyakit polio ini masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Kemudian menginfeksi saluran pencernaan, untuk  kemudian masuk ke dalam aliran darah dan menyerang sistem saraf pusat. Akibatnya otot menjadi lemah dan lumpuh. Kelumpuhan ini biasanya terjadi pada kaki dan bersifat permanen. Bahayanya, jika kelumpuhan terjadi pada otot pernapasan maka penderitanya bisa meninggal dunia.

Penyakit polio ini sebetulnya menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Sebagian besar kasus polio terjadi pada anak usia 3-5 tahun. Masa inkubasinya sekitar 7-10 hari namun bisa juga lebih hingga 35 hari.

Maka itu, untuk mencegah penyakit polio ibu perlu memberikan anaknya imunisasi polio. Imunisasi ini dilakukan sebanyak 4 kali pada usia bayi. Pemberian imunisasi ini sangat membantu pencegahan dari polio di masa depannya.

 

Meningitis Rusak Sistem Saraf Otak dan Tulang Belakang

Meningitis Rusak Sistem Saraf Otak dan Tulang Belakang

Bahaya Luka Terinfeksi Bisa Tetanus

Bahaya Luka Terinfeksi Bisa Tetanus