Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Anak Susah Makan? Yuk, Cari, Kenali Sebabnya, dan Atasi!

Anak Susah Makan? Yuk, Cari, Kenali Sebabnya, dan Atasi!

tumbuhkembang.co_.id_.jpg

Paling sering keluhan para ibu menjelang anak usia setahun atau memasuki masa batita yaitu soal anak susah makan. Susah makan yang dimaksud ini bisa bermacam-macam, antara lain;  anak menolak makan dengan menghindar atau menutup mulut saat akan disuapi makan, anak kalau makan bisa berlama-lama karena makanannya diemut dalam mulut,  makannya cuma sedikit dan kadang-kadang tidak dihabiskan, susah diberi makanan sehat seperti yang ada sayur dan hanya mau makanan kesukaan yang itu-itu saja tidak bervariasi, ketika waktunya makan maunya cuma makan camilan saja, dan mungkin saja masih ada masalah susah makan lainnya yang dihadapi para ibu.

Jika anak dianggap susah makan, biasanya ibu khawatir dan bingung. Khawatir kalau anak kebutuhan makannya tidak mencukupi. Sementara anak sedang masanya tumbuh kembang. Umumnya para ibu bingung harus bagaimana mengatasi masalah anak susah makan ini. Akhirnya banyak para ibu yang saling berbagi pengalaman dengan para ibu lain yang punya masalah sama. Juga sering mengeluhkan hal ini kepada dokter ataupun tenaga kesehatan. Pada dasarnya, ibu berupaya mengatasi masalah susah makan pada anaknya.

Nah, jika ibu menghadapi masalah ini, berikut langkah yang dapat ibu lakukan :

  1. Cari tahu dan kenali penyebab anak susah makan

Masalah anak susah makan pastinya ada latar belakang yang menjadi penyebabnya. Orangtua perlu mengamati dan mengenali masalah susah makan yang dialami pada anaknya. Ada dua kemungkinan penyebabnya yaitu masalah fisik dan psikis. Masalah fisik berkaitan dengan organ pencernaan, mulai dari masalah kesehatan di organ mulut seperti ada masalah pada gigi, ada sariawan di mulut, dan sebagainya. Bisa juga karena ada masalah gangguan kesehatan seperti infeksi dan penyakit pada sistem pencernaan anak.

Penyebab lain yaitu masalah psikis yang berhubungan dengan makanan dan cara pemberian makan pada anak. Anak bisa merasa tidak suka dengan rasa makanannya, tidak tertarik dengan bentuk makanan, atau merasa bosan dengan makanannya. Selain itu juga bisa karena cara pemberian makan pada anak yang tidak menyenangkan seperti dengan menakut-nakuti, mengancam, memaksa, dan sebagainya yang akhirnya membuat anak menjadi trauma kalau makan.

2. Atasi masalah susah makan sesuai dengan penyebabnya.

Bila ada kekhawatiran karena masalah pada kesehatan anak, sebaiknya segera konsultasikan pada tenaga kesehatan atau dokter, sehingga penyakitnya bisa segera ditangani dan diatasi. Jika kesehatannya kembali pulih tentu masalah susah makannya dapat teratasi.

Bila kemungkinan penyebab susah makannya karena masalah psikis, maka orangtua perlu melakukan introspeksi dan juga mengevaluasi pemberian menu makanan dan cara pemberiannya selama ini.

  • Perhatikan menu makan yang diberikan pada si kecil.

Upayakan selalu pemberian makan pada anak dengan bervariasi dan beragam dengan tetap memperhatikan kandungan gizi makanannya. Kini banyak resep-resep makanan anak yang bisa ibu buat dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan cara membuat yang juga mudah. Menu makanan yang bervariasi dan beragam dapat mencegah anak dari rasa bosan terhadap makanan.

  • Cicipi masakan yang dibuat.

Adakalanya orangtua kurang memperhatikan rasa makanan untuk anak. Padahal anak sudah bisa merasakan enak tidaknya makanan yang dikonsumsinya. Jadi, buatlah makanan dengan menggunakan bumbu yang tidak berlebihan, tidak terlalu pedas, dan hindari pula penggunaan perasa makanan. Sebelum diberikan pada anak, cicipi rasa makanannya. Jika dirasa oleh orang dewasa enak, maka demikian pula dirasanya oleh anak.

  • Atur jadwal makan anak dengan teratur.

Pemberian makan pada anak sehari sebanyak 3 kali makan utama dan 2 kali makan camilan. Jadwal makan tersebut sebaiknya ditepati. Jangan sampai anak terlalu banyak diberi makanan camilan apalagi dengan kandungan gula tinggi. Hal ini bisa menyebabkan anak cepat kenyang dan ketika jadwal makan utama anak menjadi tidak mau makan.

  • Buat makanan semenarik mungkin

Diperlukan ide dan kreatifitas orangtua dalam membuat makanan anak sehingga anak tertarik untuk memakannya. Misalnya, nasi dibentuk dengan cetakan bebek, wortel dibuat bunga-bunga, brokoli dibuat pohon, dan sebagainya. Gunakan pula perlengkapan makan yang menarik seperti bergambar lucu-lucu atau berwarna warni.

  • Sajikan makanan dalam porsi kecil-kecil.

Sesuaikan porsi makan anak, jangan sampai terlalu banyak. Kapasitas lambung anakpun masih terbatas. Upayakan porsi yang cukup untuk dihabiskan dalam sekali makan. Orangtua bisa memperkirakan dari respon yang diberikan si anak selama ini.

  • Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

Saat memberi anak makan harus dalam suasanya menyenangkan, jangan yang membuat anak malah trauma. Bujuklah anak dengan lemah lembut. Bisa juga saat pemberian makan orangtua bercerita mengenai makanan yang dikonsumsi anak. Misalnya, cerita tentang brokoli yang ada di piring makannya, dan sebagainya. Sehingga anak tertarik untuk memakannya.

  • Sediakan waktu untuk makan bersama keluarga

Ketika makan bersama dengan orangtua dan anggota keluarga lainnya, anak pun mendapat banyak pelajaran mengenai makan. Baik cara makan, jenis makanan, etika makan, dan sebagainya. Maka itu upayakan makan bersama keluarga menjadi tempat pembelajaran yang baik bagi anak sedini mungkin. Karena anak akan belajar dari melihat dan mencontoh apa yang dilakukan orangtua di rumah.

MPASI yang Tepat Agar Anak Tidak Menjadi Picky Eater

MPASI yang Tepat Agar Anak Tidak Menjadi Picky Eater

Pemberian ASI Dalam Keadaan Bencana

Pemberian ASI Dalam Keadaan Bencana