Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Alokasi Anggaran Penanganan Sanitasi Belum Ideal

Alokasi Anggaran Penanganan Sanitasi Belum Ideal

radarbanyumas-co-id.jpg

Penanganan masalah sanitasi idealnya memerlukan pendanaan sebesar Rp 20 – 25 miliar per tahun. Sementara, alokasi penanganan sanitasi baru tersedia Rp 3 miliar. Menurut Kepala Bidang Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyumas Dedy Noerhasan, angka tersebut merupakan jumlah ideal yang diperlukan untuk melakukan penanganan permasalahan sanitasi. “Alokasi itu meliputi penanganan sampah, drainase, pelaksanaan program hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.

Menurutnya, angka itu diperoleh berdasarkan hitungan yang diperlukan untuk melaksanakan program-program penanganan masalah sanitasi.

Sementara itu, sanitasi menjadi salah satu indikator kekumuhan suatu kawasan. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Banyumas merupakan kelanjutan dari program Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP) yang telah dimulai tahun lalu. Program yang dibiayai Pemerintah Pusat ini hanya mendapat alokasi sebesar Rp 3 miliar. Adapun alokasi anggaran, dari program Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP) juga sebesar Rp 6,5 miliar.

Diberitakan sebelumnya, hingga Mei, alokasi anggaran penanganan kawasan kumuh, melalui program Kotaku belum cair. Kondisi itu membuat penanganan fisik kawasan kumuh, belum bisa dilaksanakan.

Menurut Koordinator Kotaku, Banyumas Haris Triyanto, dengan belum cairnya alokasi anggaran tahun ini, pihaknya untuk tahun ini  belum dapat melakukan pembangunan fisik di lokasi sasaran. Sejauh ini, pihaknya masih menyusun perencanaan kegiatan sembari menunggu anggaran cair.

“Banyumas menerima alokasi Rp 3 miliar dari Pemerintah Pusat yang dicarikan dua tahap, yakni pada 2015 sebesar 60% dan tahun ini sebesar 40%. Kegiatan tahun ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya,” paparnya.

(Sumber : berita.suaramerdeka.com)

Pembelajaran Mengatasi Stanting di OKI

Pembelajaran Mengatasi Stanting di OKI

Yuk, Cuci Tangan dengan Lima Langkah!

Yuk, Cuci Tangan dengan Lima Langkah!