Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Alasan Mengapa Bayi Sering Muntah Setelah Minum ASI

Alasan Mengapa Bayi Sering Muntah Setelah Minum ASI

mogok-menyusu.jpg

Ketika ibu perhatikan, bayi mungkin sering muntah setelah diberi ASI. Biasanya, hal ini terjadi saat bayi berumur 4 sampai 5 bulan. Mengapa ini terjadi?

Alasan dibalik ini adalah ASI yang kembali ke kekorongan atau yang disebut sebagai refluks. Refluks disebabkan oleh  otot antara esophagus dan lambung bayi yang masih bertumbuh. Oleh karena itu, kesimpulannya adalah perut bayi masih sangat kecil sehingga mudah untuk penuh. Refluks juga terjadi karena katup pada esophagus bayi yang belum matang untuk bekerja optimal.

Jadi, berikut adalah beberpa tips untuk mengurangi bayi muntah setelah diberikan ASI.

  • Pastikan atau upayakan untuk menegakkan kepala bayi saat menyusuinya. Setelah itu, angkat bayi ke posisi tegak lurus setelah menyusu sehingga bayi akan sendawa.
  • Biarkan bayi menyusu dalam keadaan tenang sehingga ia tidak terlalu menghirup banyak udara.
  • Biasakan menyusui bayi dengan secukupnya, namun lebih sering agar perutnya tidak terlalu penuh.
  • Buat bayi sendawa setiap habis menyusu dan juga sebelum berganti payudara.
  • Jangan pakaikan bayi baju yang terlalu ketat.
  • Untuk membuat bayi sendawa, jangan menggendong bayi pas di bahu dengan posisnya perutnya yang tepat di bahu ibu.
  • Jangan buat bayi bergerak terlalu aktif setelah menyusu agar ia tidak muntah, jadi jangan membawa ia di dalam perjalanan dengan kendaraan.
  • Pada usia 6 bulan dan lebih, posiskan bayi untuk duduk sekitar 30 menit setelah menyusu.
  • Saat bayi tidur, pastikan kepalanya sedikit tinggi dengan menggunakan selimut yang digulung. Tapi, lebih baik jangan gunakan bantal pada bayi.

Sumber: Bidanku dan Alodokter

Ini Tanda-Tanda Bayi yang Bahagia

Ini Tanda-Tanda Bayi yang Bahagia

Perlukah Antibiotik untuk Anak Diare?

Perlukah Antibiotik untuk Anak Diare?