Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Alasan Ekonomi Penyebab Gizi Buruk di Kota Bekasi

Alasan Ekonomi Penyebab Gizi Buruk di Kota Bekasi

20130515penyuluhan-gizi.jpg

  Di saat kota Bekasi tengah menuju kota Metropolitan, ternyata banyak warganya mengalami gizi buruk. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, bayi dengan gizi buruk merata di setiap kecamatan. Kondisi ini amat miris.

Pola hidup sehat ibu hamil di kota Bekasi ternyata masih rendah. Faktor ekonomi menjadi alasan utama para ibu hamil tidak mampu menyiapkan makanan bergizi. Akibatnya, anak yang dilahirkan mengalami gizi buruk.

Tahun 2016 ini, jumlah penderita gizi buruknya sebanyak 106 kasus. Paling banyak berasal dari  kecamatan Bekasi Utara, 30 kasus. Ibu hamil yang terdeteksi Kurang Energi Kronis (KEK) sebanyak 123 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan kota Bekasi Anne Nurchandrani mengatakan, jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2015, sebanyak 194 kasus. Anne mengimbau para orang tua memperhatikan kesehatan balita saat 1000 hari pertama, di mana masa itu merupakan masa tumbuh kembang insan manusia.

“Dari pertumbuhan otak, berat, dan tinggi badan, serta perilaku yang menentukan pertumbuhan gizi yang baik untuk balita sampai usia dua tahun atau seribu hari,” katanya. Dengan demikian, tambahnya, ibu hamil harus bisa menjaga kondisi kandungan sampai bayi lahir. Kebutuhan gizi harus terpenuhi di antaranya harus ada karbohidrat, protein, lemak, mineral.

“Ciri-ciri bumil terdeteksi KEK, lingkar lengan kurang dari 22 cm. Selain kita menangani secara preventif gizi buruk pada balita, di puskesmas juga ada program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada ibu hamil,” katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan kota Bekasi, Pusporini menambahkan, untuk balita yang mengalami gizi buruk, pihaknya melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menyalurkan Pemberian Makan Tambahan (PMT) serta sosialisasi ke seluruh posyandu. ”Jadi, bagi masyarakat yang mempunyai balita, langsung mendatangi posyandu yang ada di kota Bekasi. Posyandu adalah tempat pelayanan strategis untuk mencegah dan menurunkan kematian karena gizi buruk. Karena apabila ditemukan balita gizi buruk dengan mudah terdeksi untuk mendapatkan penanganan lebih cepat,” ujarnya.

 

(Sumber: Jabar.pojoksatu.id)

 

Upaya Pemerintah Turunkan Masalah Gizi di Indonesia

Upaya Pemerintah Turunkan Masalah Gizi di Indonesia

Stop Buang Air Besar Sembarangan!

Stop Buang Air Besar Sembarangan!