Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Agar Anak Tidak Picky Eater, Dimulai Sejak MPASI

Agar Anak Tidak Picky Eater, Dimulai Sejak MPASI

Mengapa-Bayi-Perlu-MPASI-e1459929522419.jpg

Apa hal penting yang harus diperhatikan ibu saat mulai pemberian Makanan Pendamping ASI alias MPASI pada anak?

Menurut dr.I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA dari RS Bunda Jakarta, salah satu kunci pemberian MPASI pada anak yakni  pemberian makan harus bertahap dan sedikit-sedikit. Kemudian, menu MPASI bervariasi, diganti dalam jeda waktu tiga hari. "Boleh memberi jeda lebih cepat terhadap makanan yang berpotensi menimbulkan alergi,” tutur wanita yang akrab disapa dr. Tiwi ini.

Lantas, makanan apa yang pertama kali boleh diberikan? Menurut Tiwi, sebetulnya anak usia 6 bulan itu sudah bisa makan apa aja. Jadi, orang tua jangan ragu memulai memberi anak macam-macam MPASI dan bervariasi. Tiwi sering menganjurkan pemberian MPASI mulai dari beras dulu untuk beberapa hari aja. Kalau mau dicobakan serealia dan protein, tetap bertahap.

Pada anak yang cenderung gampang makan, Tiwi menganjurkan untuk memberikan makanan yang rasanya 'tidak enak' lebih dulu. Sebaliknya, anak cenderung susah makan, beri lebih dulu makanan 'enak.' Misalnya, dua hari anak diberi buah. Di hari ketiga atau keempatnya anak diberi umbi seperti labu yang rasanya relatif lebih enak ketimbang serealia.

"Ingat, bahwa semua makanan bagus. Anak umur 6 bulan boleh mulai dikasih daging atau ayam yang sudah dihaluskan dengan tim saring buburnya, plus kaldunya juga boleh," kata Tiwi.

Setiap bayi memiliki preferensi sendiri terhadap rasa. Pemberian makanan dengan berbagai variasi rasa pada anak sejak dini perlu dikenalkan dan dilakukan oleh orangtua. Hal ini supaya anak bisa menerima rasa makanan apa saja. Apalagi, selera makan anak saat kecil akan terbawa sampai dewasa.

Tiwi memberi contoh, orangtua seringkali takut mengenalkan makanan ikan laut, karena khawatir anaknya alergi. Padahal, boleh saja anak dicoba diberikan ikan, belum tentu anaknya alergi. Akibatnya, anak yang tidak dikenalkan makanan ikan laut menjadi tidak suka rasanya.  Menurut Tiwi, jika sejak dini anak mencoba bermacam-macam rasa makanan, maka anak tidak jadi picky eater.

(Sumber: detikHealth)

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia dengan Perangi Diabetes

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia dengan Perangi Diabetes

PBB Gencarkan Kampanye Masalah Gizi

PBB Gencarkan Kampanye Masalah Gizi