Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

80 Persen Puskesmas Tak Sesuai Standar

80 Persen Puskesmas Tak Sesuai Standar

kartun-puskesmas-e1459499934641.jpg

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang merilis, sebesar 80 persen dari total 31 puskesmas se-Kabupaten Serang belum memenuhi standar pengendalian masalah kesehatan (PMK). Hal tersebut karena belum belum terpenuhinya sejumlah sarana dan prasarana, akibat dukungan dana yang masih minim. Ini  terungkap dalam kegiatan peresmian Puskesmas Pamarayan di Desa Binong, Kecamatan Pamarayan, Rabu (30/3/16).

Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Sri Nurhayati mengatakan, target di tahun 2019 seluruh masyarakat sudah menjadi peserta BPJS, maka layanan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama yaitu puskesmas harus sudah memadai. Namun, hingga saat ini di Kabupaten Serang baru tersedia 20 persen puskesmas yang memenuhi standar PMK.

“Dalam BPJS, 155 diagnosa harus bisa ditangani di faskes tingkat pertama salah satunya adalah puskesmas. Di kami baru 20 persennya saja puskesmas dengan pelayanan lengkap sesuai standar PMK,” ujarnya.

Sri menuturkan, belum masuknya 80 persen puskesmas sisanya dikarenakan belum terpenuhinya sejumlah sarana dan prasarana. “Sesuai standar PMK itu misalnya memiliki semua ruang perawatan seperti rawat inap dan juga memiliki laboratorium. Puskesmas yang sudah standar PMK itu misalnya Puskesmas Kramatwatu dan Pamarayan yang baru kami resmikan,” katanya.

Melihat fakta tersebut, Dinkes tidak diam saja. Pihaknya terus melakukan pembenahan. Namun, untuk menciptakan seluruh puskesmas yang memenuhi standar PMK bukan perkara mudah. Karena sangat terbatasnya alokasi anggaran.

“Kesehatan merupakan pelayanan dasar masyarakat yang terus kami perkuat. Tetapi kami lakukan bertahap, karena anggaran yang tidak memungkinkan. Tahun ini kami akan merehab tidak kurang dari enam puskesmas, diantaranya Puskesmas Lebakwangi, Binuang, Bandung, Nyompok, Baros dan Bojonegara,” ungkapnya.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menyampaikan, dengan diusungnya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai program unggulannya, maka semua faktor pendukung akan diperkuat.

Berdasarkan data yang dimiliki saat ini, sarana kesehatan di Kabupaten Serang memang masih sangat kurang. Idealnya, dengan total penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, harus tersedia 1.500 ranjang pasien. Tetapi sekarang ini yang ada baru 700 ranjang pasien, baik di RSUD, rumah sakit swasta, dan 15 puskesmas rawat inap.

“Salah satu indikator IPM itu adalah kesehatan yang tentu akan terus kami perkuat. Tahun 2017 kami rencanakan membangun dua puskesmas. Kami ingin pelayanan dasar masyarakat ini terjamin,” tuturnya.

(Sumber: Tangselpos.co.id)

Dinkes Galakkan Promkes Melalui Posyandu

Dinkes Galakkan Promkes Melalui Posyandu

Pemerintah Harus Segera Mengatur Perda Ruang Laktasi