Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

8 Upaya Suami Bantu Istri Semasa Hamil

8 Upaya Suami Bantu Istri Semasa Hamil

63hal-yang-bisa-dilakukan-suami-ketika-istri-hamil.jpg

8 Upaya Suami Bantu Istri Semasa Hamil

 Keberadaan calon bayi dalam rahim seorang ibu tentu karena ada andil ayah pula. Maka itu ketika ibu menjalani kehamilan, peran ayah diharapkan dapat hadir mendampinginya. Keterlibatan ayah berpengaruh besar bagi ibu hamil dan dapat berdampak pula bagi janin dalam kandungan. Ibu akan merasa tenang dan bahagia menjalani kehamilannya, janin pun dapat  tumbuh kembang dengan optimal.Berikut upaya yang dapat ayah lakukan dalam membantu ibu menjalani hari-hari kehamilannya :

  1. Mencari tahu soal kehamilan dan persalinan

Carilah informasi mengenai kehamilan dan persalinan dari berbagai sumber seperti media bacaan, media elektronik, obrolan sesama ayah yang pernah punya pengalaman istri hamil, dan sebagainya. Bila ayah memiliki wawasan dan pengetahuan soal kehamilan dan persalinan tersebut, ayah dapat memahami kondisi ibu yang tengah hamil,  mengerti apa yang terjadi pada janin dalam kandungan, tahu bagaimana menyikapi ibu yang tengah hamil  serta apa yang harus dilakukannya.

  1. Mendampingi ibu saat  periksa kehamilan

Ada jadwal-jadwal pemeriksaan kehamilan yang harus ibu jalani sejak awal hamil hingga melahirkan. Keterlibatan ayah dalam mendampingi ibu akan memberikan banyak manfaat, Ayah jadi mengetahui perkembangan janin dalam kandungan serta kondisi kehamilan ibu, sehingga dapat saling menjaga perkembangan calon bayi. Jika ada informasi yang ingin ayah ketahui atau kondisi yang tidak dimengerti, ayah juga bisa konsultasikan pada dokter saat ibu menjalani pemeriksaan.

  1. Menyediakan kebutuhan gizi ibu hamil

Ayah yang mengerti pentingnya kehamilan akan berusaha menyediakan kebutuhan makanan yang baik dan bergizi buat ibu hamil. Ayah akan peduli akan kesehatan ibu dan perkembangan calon bayi. Ia bisa menjadi pengawas yang selalu mengingatkan ibu untuk menjalani pola hidup sehat.

  1. Menyiapkan finansial untuk ibu bersalin

Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, ayah juga harus mempersiapkan kebutuhan untuk ibu bersalin. Rencana tempat bersalin dan perkiraan biaya, serta perlengkapan buat bayi lahir juga harus dipersiapkan jauh-jauh hari.

  1. Meringankan pekerjaan rumah ibu

Selama hamil, ibu harus menjaga kehamilannya dengan baik. Ibu harus bisa memperkirakan beban pekerjaan yang dilakukannya. Tidak boleh melakukan pekerjaan dengan beban berat, membuatnya kelelahan, dan ibu harus cukup istirahat.

Untuk membantu tugas dan pekerjaan ibu, ayah dapat membantu meringankan pekerjaan rumah sehari-hari. Ayah dan ibu bisa membuat kesepakatan bersama tugas-tugas mana saja yang bisa dikerjakan ayah. Bagi ayah yang bekerja kantoran bisa membantunya di waktu-waktu  sebelum atau sepulang bekerja, dan di waktu luang ketika sedang berada di rumah.

  1. Membuat ibu selalu merasa senang dan bahagia

Kondisi ibu hamil yang mengalami perubahan hormonal berdampak pula pada psikisnya. Hal ini perlu dipahami ayah dan dapat menyikapinya dengan baik.  Berilah perhatian ibu hamil  meskipun pada hal-hal yang kecil, misalnya memijiti punggung ibu agar membuatnya rileks, membawakan makanan kesukaan ibu sepulang kantor, mengajaknya nonton bioskop di akhir pekan, menemaninya jalan-jalan pagi, dan sebagainya. Perhatian ayah akan membuat ibu merasa senang dan bahagia menjalani kehamilannya.

  1. Siaga antar ibu hamil ke rumah sakit

Kehamilan terkadang merupakan kondisi yang sulit diprediksi pula. Bisa saja ada kondisi kehamilan yang tiba-tiba ibu harus ke rumah sakit atau memang ada tanda-tanda ibu sudah waktunya akan melahirkan. Pada masa ibu hamil, ayah harus selalu siaga 24 jam, kapanpun harus siap mengantar ibu ke rumah sakit bila diperlukan.

  1. Mendampingi saat ibu melahirkan

Ketika ibu akan melahirkan perlu kesiapan mental. Untuk menguatkan mental ibu, ayah dapat mendampinginya di ruang bersalin. Bantulah dengan kata-kata atau doa yang menguatkan, memandu untuk melakukan teknik pernapasan, dan sebagainya. Pendampingan ayah saat ibu bersalin dapat memberi ketenangan, kekuatan, sehingga dapat membantu memperlancar proses persalinan.

Hamil di Usia 20, 30 dan 40 - Apa yang Harus Diperhatikan?

Hamil di Usia 20, 30 dan 40 - Apa yang Harus Diperhatikan?

Ibunya Gemuk, Janinnya Kurus?

Ibunya Gemuk, Janinnya Kurus?