Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

6 Perubahan yang Dialami Ibu Hamil

6 Perubahan yang Dialami Ibu Hamil

hamil.png

Ketika ibu dinyatakan hamil, pastinya ibu akan merasakan adanya perubahan yang dialaminya. Misalnya, ibu akan mengalami mual dan muntah, perut yang semakin hari semakin bertambah besar, dan sebagainya. Kehamilan memang telah membawa perubahan-perubahan berikut ini :

  1. Perubahan hormonal

Begitu ibu hamil akan muncul hormon kehamilan hCG (human Chorionic Gonadotropin). Hormon ini akan memicu dua hormon lainnya yaitu estrogen dan progesteron. Kedua hormon yang tinggi ini akan merangsang pertumbuhan dan perubahan fungsi rahim dan payudara, yang akan mempersiapkan janin. Selain itu, ada pula hormon hCS (human chorionic somatotropin) yang berfungsi dalam pemenuhan kebutuhan energi ibu.

  1. Perubahan sistem jantung dan darah

Denyut jantung dan aliran darah pada ibu hamil akan meningkat. Setelah pertengahan usia kehamilan tekanan darah ibu hamil akan menurun karena adanya pelebaran pembuluh darah perifer. Volume darah pada ibu hamil akan meningkat sebesar 50 % dan massa sel darah merah juga akan bertambah sebesar 20-30 %.

  1. Sistem pernapasan

Untuk dapat memenuhi  kebutuhan oksigen ibu dan janin, ibu hamilpun akan mengalami perubahan dalam system pernapasan. Semakin besar janin, di usia kehamilan 32 minggu, kebutuhan oksigen akan meningkat.  Semakin besar janin, di usia 32 kehamilan ibu, kebutuhan oksigen meningkat. Ibu akan bernapas lebih dalam sekitar 20-25 % dibandingkan saat tidak hamil.

  1. Sistem pencernaan

Adanya perubahan hormonal pada ibu hamil juga berdampak pada sistem kerja pencernaan. Mekanisme kerja otot perut dan usus kecil menjadi lebih lambat.  Gerakan ususnya pun menjadi berkurang dan ibu hamil sering mengalami susah buang air besar.

  1. Jaringan lemak

Pada ibu hamil, massa jaringan lemak akan bertambah pada payudara dan di bawah kulit. Setelah melahirkan, jaringan lemak tersebut akan dirombak dan digunakan menjadi bahan pembentuk ASI.

  1. Saluran kemih

Semasa hamil rahim akan membesar 10 kali lipat dari normalnya. Hal ini akan berpengaruh pada bentuk dan aktivitas organ tubuh lainnya seperti kandung kemih. Ibu yang hamil akan merasa kandungan kemihnya terasa penuh sehingga sering buang air kecil.

  1. Plasenta

Plasenta atau lebih dikenal dengan nama ari-ari ini merupakan penghubung antara ibu dan janin. Fungsinya sebagai penyaring, pengantar zat-zat antarsirkulasi darah ibu dan janin, juga sebagai penghasil hormon. Pertumbuhan janin berbanding lurus dengan berat plasenta. Bayi yang mengalami keterlambatan pertumbuhan, berat plasentanya tidak bertambah hingga usia 36 minggu. Transfer zat gizi juga terjadi melalui plasenta. Plasenta ini akan beradaptasi sesuai kondisi ibu. Kalau ibunya kurang gizi maka transfer zat gizinya juga akan menurun. Nantinya akan berdampak pada ukuran plasenta yang lebih kecil dari seharusnya.

Sumber : Gizi Ibu dan Bayi, Dr. Sandra Fikawati, dkk.

Bupati Kapuas Mengakui Angka Stanting Masih Tinggi

Bupati Kapuas Mengakui Angka Stanting Masih Tinggi

Bupati Kapuas: "Perhatian Bapak Hanya di Gizi Anak Tidak Cukup"

Bupati Kapuas: "Perhatian Bapak Hanya di Gizi Anak Tidak Cukup"