Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

6 Langkah Mudah Menyusun Menu MPASI

6 Langkah Mudah Menyusun Menu MPASI

Resep-Menu-Makanan-MPASI-Bayi-7-8-9-10-11-12-bulan-cepat-praktis-Mudah-Enak.jpg

Ketika bayi mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI, ibu harus banyak tahu mengenai beragam jenis bahan makanan serta cara mengolahnya. Hal ini agar ketika memasuki masa MPASI bayi dapat mengonsumsi makanan dengan lancar dan terhindar dari susah makan. Untuk menyusun menu makanan apa saja yang akan diberikan pada bayi berikut tipsnya :

  1. Pemberian ASI tetap dilakukan.

Jadwal pemberiannya bisa dilakukan pagi hari setelah bangun tidur, siang, atau malam hari. Atau sesuai permintaan bayi.

  1. Perhatikan tekstur makanannya sesuai usia

Pemberian makanan mulai dari yang agak kental, kemudian meningkat menjadi setengah padat, hingga kemudian makan makanan padat.

  1. Berikan satu jenis bahan makanan tunggal
  • Biasanya, pemberian satu jenis bahan makanan tunggal ini ketika bayi baru mulai makanan padat di usianya 6 bulan.
  • Contoh : pemberian pisang, apel kukus, pepaya yang dilumatkan. Selain buah, bisa karbohidrat dari tepung-tepungan seperti tepung beras,  puree sayuran, dan juga dari protein hewani atau nabati.
  • Berikan jenis bahan makanan tersebut 1-2 hari kemudian berganti. Ibu bisa memperhatikan bila ada bahan makanan yang membuatnya alergi maka bisa dihentikan.
  • Pemberiannya 1-2 kali untuk pengenal rasa. Misalnya, pagi hari  kemudian bertambah menjadi pagi dan sore.
  • Jumlahnya semula 2 sendok makan kemudian menjadi 3 sendok makan setiap kali makan.
  • Berikan perlahan-lahan dan jangan paksakan. Karena bayi sedang beradaptasi.
  1. Berikan jenis beragam bahan makanan yang dicampur
  • Tak harus menunggu usia bayi 8 bulan. Pemberian bahan makanan yang dicampur ini sudah bisa dilakukan sejak awal. Misalnya, setelah 2 minggu bayi dikenalkan dengan aneka jenis bahan makanan tunggal, bisa dilanjutkan dengan jenis bahan makanan yang dicampur.
  • Bahan makanan yang dicampur ini agar bayi menyukai beragam jenis makanan dan rasanya serta mendapatkan asupan gizi yang lengkap.
  • Ragam jenis bahan makanan itu mengandung karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, dan lemak seperti dari minyak sayur. 
  • Kepadatan makanan yang diberikan tergantung usia bayi. Pada bayi usia 7 bulan diberikan berupa bubur saring, mulai usia 8 bulan sudah diberikan dalam bentuk nasi tim.
  1. Mulai menu keluarga ketika usia bayi 12 bulan.
  • Bayi sudah memasuki usia anak dan menunya sudah berupa makanan keluarga.
  • Menu makanannya disajikan tidak dicampur menjadi satu, tetapi terpisah-pisah, ada nasi lembek, lauk pauk, dan sayurannya.
  1. Pemberian camilan di antara dua waktu makan
  • Jangan terlalu banyak diberi makanan camilan karena bisa membuat bayi kenyang dan tak mau makan.
  • Pilihlah camilan buah-buahan dan makanan yang bergizi. Hindari makanan yang terlalu manis maupun asin.

Berbekal pengetahuan ibu mengenai jenis beragam bahan makanan dan cara mengolahnya, ibu bisa menyusun menu harian sedemikian rupa. Nah, selamat mencoba dan berkreasi!

Cara Kontrasepsi Alami - Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Cara Kontrasepsi Alami - Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Daun Kelor Bergizi Tinggi,  Bisa Diolah Untuk MPASI

Daun Kelor Bergizi Tinggi, Bisa Diolah Untuk MPASI