Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

5 Zat Gizi Penting untuk Ibu Hamil

5 Zat Gizi Penting untuk Ibu Hamil

c39a7241f514eb455af2cdabc6d52db2.jpg

Sumber: Nakita.id Ada beberapa zat gizi yang perlu mendapat perhatian Mama selama hamil. Apa sajakah? Simak tulisan berikut :

  1. Asam Folat

Zat gizi yang termasuk dalam kelompok vitamin B ini diperlukan sekali untuk pembentukan sistem saraf dan sel darah merah. Kecukupan asam folat dapat mencegah terjadinya anemia dan cacat batang saraf (Neural Tube Defect/NTD), semisal spina bifida (sumsum tulang belakang terbuka). Sumber gizi ini bisa didapatkan asam folat melalui konsumsi sayuran hijau, semisal, bayam dan kacang-kacangan, juga daging, dan telur.

  1. Zat Besi

Berguna sekali untuk pembentukan hemoglobin serta pembentukan sel dan jaringan baru. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang berisiko BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), perdarahan, serta kematian mamil dan bayi. Saat hamil, Mama juga direkomendasikan minum tablet penambah darah dan konsumsi beragam makanan sumber zat besi seperti ikan, hati, dan tempe. Menurut Elizabeth Shaw MS, RDN, CLT, Konsultan Gizi asal San Diego, Amerika Serikat, secangkir edamame (kedelai jepang)—bahan pangan sumber protein—memberikan  40% kebutuhan zat besi harian mamil. Pada trimester pertama, asupan zat besi yang Mama butuhkan, jumlahnya sama dengan sebelum hamil, yaitu 26 mg per hari. Mulai trimester kedua, barulah kebutuhannya meningkat, yaitu bertambah 9 mg/hari di trimester kedua dan 13 mg/hari di trimester ketiga (AKG 2013).

  1. Kalsium

Berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi serta jaringan baru bagi janin.Rutin mengonsumsi sayuran hijau seperti brokoli, bok choy, kale, buncis, dan lainnya, Ma. Susu, keju, yoghurt, dan kacang-kacang juga merupakan bahan makanan sumber kalsium.

  1. Protein

Dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta menjaga kesehatan mamil. Selama hamil, membutuhkan tambahan protein sebanyak 20 gr per hari dari kebutuhan sebelum hamil sejumlah 56 g (AKG 2013). Untuk mencukupi kebutuhan asupan protein harian, bisa diperoleh melalui rutin mengonsumsi ikan, daging, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan susu.

  1. Yodium

Berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf bagi janin. Makanan laut, telur, susu, dan daging merupakan beberapa sumber yodium yang bisa Mama pilih sebagai menu makan sehari-hari. Asupan yodium per hari bagi mamil adalah 220 mcg (AKG 2013).

Seperti sudah disinggung di atas, selain lima zat gizi di atas, tentunya ibu hamil masih membutuhkan zat-zat gizi lainnya. Selain itu, asupan zat-zat gizi tersebut juga dibutuhkan lebih banyak dari sebelum hamil. Akan tetapi, bukan berarti ibu hamil harus makan sebanyak dua porsi dalam setiap kali makan. . Memang, saat hamil, Bumi harus makan untuk berdua dengan janin,  tetapi bukan berarti makan dua porsi.

Sumber : Nakita.id

 

Demam Berdarah: Lindungi si Kecil Dari Nyamuk di Musim Hujan

Demam Berdarah: Lindungi si Kecil Dari Nyamuk di Musim Hujan

Cara Atasi Sembelit Pada Bayi saat Diberi MPASI

Cara Atasi Sembelit Pada Bayi saat Diberi MPASI