Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

23 Puskesmas di Kalteng Tanpa Dokter

23 Puskesmas di Kalteng Tanpa Dokter

mediakalimantan-com.jpg

Minimnya alokasi anggaran Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah pada 2016 mulai berdampak pada layanan kesehatan masyarakat. Sebanyak 23 puskesmas yang tersebar di 14 kabupaten sudah tidak mempunyai dokter umum. Tahun ini, kami hanya memiliki anggaran untuk pengadaan 4 dokter pegawai tidak tetap dan 14 bidan sebesar Rp 1,7 milyar. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2015 lalu dengan anggaran mencapai Rp 4,3 milyar lebih sehingga bisa mengadakan 36 dokter dan 18 bidan, “ kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suprastija Budi, di Palangkaraya.

Padahal, lanjutnya, tahun ini pihaknya harus mendatangkan dokter untuk 23 puskesmas. Ke-23 puskesmas tersebut tidak dilayani dokter umum karena masa tugasnya sebelumnya sudah habis dan mereka dipindah tugaskan.

Selain itu, kebutuhan bidan desa yang mencapai 284 pada tahun ini juga tidak tercapai. Pasalnya, dari kebutuhan dana Rp 8,9 milyar APBD 2016 hanya menggulirkan anggaran Rp 1,3 milyar, yang hanya cukup mendatangkan bidan.

Kondisi ini membuat pembangunan kesehatan di Kalimantan Tengah tidak akan semakin membaik. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya dana untuk program Kalteng Barigas yang membutuhkan dana Rp 50 milyar untuk 14 kabupaten, lanjut Suprastija.

Ia mengkhawatirkan minimnya anggaran akan berdampak pada semakin tingginya angka kematian ibu dan anak, meningkatnya penderita gizi buruk, dan juga kualitas kesehatan masyarakat yang semakin menurun. Di Kalteng tingkat kematian ibu yang masih tinggi terjadi di Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Katingan, sedangkan kematian anak terbanyak di Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kotawaringin Barat.

(Sumber : Media Indonesia)

ASI Eksklusif Cegah Risiko Penyakit Hati pada Anak

ASI Eksklusif Cegah Risiko Penyakit Hati pada Anak

Tanda-Tanda Bayi Sudah Siap Diberi MPASI

Tanda-Tanda Bayi Sudah Siap Diberi MPASI