Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

21 Balita di Kota Malang Alami Gizi Buruk

21 Balita di Kota Malang Alami Gizi Buruk

bayi-gizi-buruk-ilustrasi-republika.jpg

Kepala Dinkes Kota Malang Dr.dr.Asih Tri Rachmi Nuswantari mengatakan, jumlah balita penderita gizi buruk di Kota Malang, Jawa Timur sebanyak 21 balita. Tiga belas balita di antaranya adalah penderita tahun lalu yang belum sembuh. "Dari 13 balita penderita gizi buruk yang ditangani pada Januari-Februari 2016, bertambah lagi pada Maret 2016 sehingga menjadi 21 balita. Lebih lanjut, Asih mengatakan, tahun ini Dinkes menyasar perbaikan gizi bagi 162 balita dengan gizi buruk dan kurang yang bisa ditangani dan disembuhkan. Jumlah ini merupakan penghitungan dari bulan Januari - Desember 2016, yang mengacu pada hasil surveilans gizi selama lima tahun terakhir.

Untuk mencapai target itu, Dinkes mengalokasikan anggaran Rp 700 juta dalam pos anggaran penanggulangan energi protein gizi buruk pada APBD 2016. Anggarannya naik Rp 100 juta dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp 600 juta.

Anggaran sebesar ini dengan target sasaran 416 balita gizi buruk dan kurang untuk disembuhkan. Dari jumlah tersebut, 113 balita dengan gizi buruk yang sudah ada perbaikan sebanyak 100 balita. Sementara 13 balita lainnya masih belum sembuh sehingga dimasukkan dalam penanganan di bulan Januari 2016.

Menyinggung realisasi pemberian makanan tambahan berupa suplemen makanan tinggi protein, Asih mengatakan dalam waktu dekat bisa segera dilakukan. Dalam upaya menekan angka gizi buruk di Kota Malang, Dinkes melibatkan kader posyandu untuk melakukan penyuluhan terkait pemberitan makanan tambahan berupa biskuit dan sereal dari bahan baku tempe dan kelor.

Pemberian makanan tambahan dari bahan tempe dan kelor diberikan ke Posyandu untuk diteruskan ke seluruh kelurahan di Kota Malang. "Daun kelor  memiliki kandungan gizi dan protein cukup tinggi seperti yang ada dalam susu, bahkan lebih bagus kualitasnya," kata Asih.

Kasus balita gizi buruk di Kota Malang paling banyak berada di Kelurahan Pandanwangi dengan 20 kasus, di wilayah Puskesmas Kendalkerep 11 kasus, Kendalsari 10 kasus, Mulyorejo 9 kasus. Selebihnya tersebar di seluruh Puskesmas yang ada di kota itu.

(Sumber : www.republika.co.id, Antara)

 

Cek Kondisi Jantung Sebelum Hamil

Cek Kondisi Jantung Sebelum Hamil

Ingin ASI Berlimpah dan Berkualitas? Ini Caranya!

Ingin ASI Berlimpah dan Berkualitas? Ini Caranya!