Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Persiapan Makan Ketika Bayi Akan Beralih ke  Makanan Keluarga

Persiapan Makan Ketika Bayi Akan Beralih ke  Makanan Keluarga

           Ketika si kecil menjelang usia setahun, orangtua perlu mempersiapkannya agar ia dapat mengonsumsi makanan keluarga pada usianya setahun. Persiapan untuk beralih pada makanan keluarga sebenarnya sudah dimulai di usia sebelumnya, sekitar usia 10 – 11 bulan, di mana tekstur makannya sudah lebih padat/kasar

Pada usia ini ASI masih tetap diberikan sesuai keinginan bayi, meski jumlahnya sedikit.  Nah, apa  saja yang perlu ibu perhatikan dalam  mempersiapkan peralihan pada konsumsi makanan keluarga ini?

* Pada usia 10-11 bulan bayi sudah diberikan makanan dengan tekstur yang lebih padat dari makanan sebelumnya, seperti nasi tim atau nasi lembek.

* Selain karbohidrat juga  makanan dengan zat gizi protein dan vitamin serta mineral. Pada dasarnya makanan dengan pola gizi seimbang. Protein dari bahan makanan sumber hewani atau nabati seperti daging ayam, telur, ikan, tempe, tahu, daging sapi. Selain itu, sayuran seperti wortel, bayam, brokoli, dan lain-lain. Bahan makanan ini sebaiknya masih dalam potongan kecil atau disuwir agar bayi tidak tersedak.

* Pemberian bumbu sebaiknya hindari penggunaan bubuk penyedap. Penambahan gula dan garam juga secukupnya jangan terlalu banyak. Jika masakan ingin terasa gurih buatlah dari air kaldu daging sapi atau ayam maupun ikan. 

·* Jumlah pemberian makannya sudah dibiasakan seperti pola makan keluarga yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Ditambah dengan dua kali pemberian makanan selingan di antara dua waktu makan utama.

Jumlah pemberian makan bayi  di usia 10-11 bulan sekitar 10-11 sendok makan peres sekali makan. Ketika memasuki usia setahun porsinya bertambah menjadi sekitar 1/3 porsi makan orang dewasa.

* Pemberian makanan selingan diantara dua waktu makan utama bisa antara lain puding,bubur kacang hijau, bubur sumsum, biskuit, buah-buahan seperti pisang, papaya, jeruk,  dan lain-lain. Pemberian makanan selingan sebaiknya tidak terlalu banyak atau berlebihan, karena bayi bisa merasa kenyang sehingga dapat mengganggu waktu makan utamanya.

·* Pemberian makanan pada bayi sebaiknya bervariasi dan berganti setiap harinya. Ibu bisa menyusun menu hariannya buat si kecil. Hal ini  bisa menghindari dari rasa bosan bayi dalam hal makanan. Selain itu, bila ia mengalami suatu alergi karena makanan, ibu juga bisa tahu kemungkinan penyebabnya.

· * Anak sudah mulai dapat diajarkan untuk makan sendiri, tentunya tetap dengan bantuan ibu untuk anak memegang sendok makannya sendiri, mengambil makanan dari piring dan menyuapkannya ke mulut. Memang perlu waktu dan kesabaran orangtua untuk mengajarinya keterampilan makan sendiri.

 

Cara Meningkatkan Produksi ASI dengan Emosi Positif Ibu                           

Cara Meningkatkan Produksi ASI dengan Emosi Positif Ibu                           

Cara Pemberian MPASI pada Bayi Mulai Usia 6 Bulan

Cara Pemberian MPASI pada Bayi Mulai Usia 6 Bulan