Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Pemberian MPASI pada Bayi Mulai Usia 6 Bulan

Cara Pemberian MPASI pada Bayi Mulai Usia 6 Bulan

Bayi mulai usia 6 bulan, sistem pencernaannya sudah siap menerima makanan selain ASI. Makanan dan minuman selain ASI inilah yang biasa diistilahkan dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Pemberian MPASI ini harus dilakukan seiring pertumbuhan bayi yang sudah memerlukan kebutuhan gizi yang lebih besar. Sementara kebutuhan gizinya tak lagi tercukupi  hanya dari ASI saja.

Seringkali ibu yang baru memulai pemberian makanan padat pertama pada bayinya di usia ini bertanya-tanya, makanan apa saja yang harus diberikan dan seberapa banyak. Berikut yang dapat ibu lakukan dalam pemberian MPASI setiap harinya :

1.     ASI tetap diberikan sesuai keinginan bayi. Pemberian ASI bisa dilanjutkan hingga usia 2 tahun, meski bayi mengonsumsi ASI nya mulai berkurang.

2.    Kenalkan dengan rasa buah secara bergantian seperti pisang ambon atau pepaya yang dihaluskan/dilumatkan. Bisa juga air jeruk atau air tomat yang sudah disaring. Setiap kali pemberian sekitar 2 sendok makan.

3.    Berikan bubur susu. Pemberian secara bertahap mulaunya 1 kali dan kemudian menjadi 2 kali sehari. Jumlahnya pun mulai dari 2 sendok makan peres hingga 6 sendok makan peres setiap kalinya.

4.    Memasuki usia bayi 7 bulan, selain makanan di atas, mulailah dengan pemberian bubur saring. Buatlah bubur dari bahan sumber karbohidrat, protein hewani atau nabati, dan sayuran. Semua bahan dimasak dan diblender, kemudian disaring.

Pemberian bubur saring ini 2-3 kali dalam sehari. Jumlahnya bertahap dari 2 sendok makan peres hingga 7 sendok makan peres.

5.    Memasuki usia 8 bulan bisa diberikan bubur biasa tanpa disaring atau bubur lumat seperti tim dengan dengan bahan sumber karbohidrat, protein (ayam, kuning telur/tempe/tahu daging), dan sayuran (wortel/sayur bayam). Pemberian sebanyak 3 kali dengan jumlah 8 sendok makan peres setiap kalinya.

6.    Perkenalkan juga makanan selingan seperti bubur kacang hijau, puding atau biskuit di antara makan utamanya.

Persiapan Makan Ketika Bayi Akan Beralih ke  Makanan Keluarga

Persiapan Makan Ketika Bayi Akan Beralih ke  Makanan Keluarga

Berapa Jumlah ASI yang dibutuhkan Bayi Per Hari?

Berapa Jumlah ASI yang dibutuhkan Bayi Per Hari?