Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Tangani Gizi Buruk Lewat Pendekatan Budaya Serta Edukasi Hidup Sehat

Tangani Gizi Buruk Lewat Pendekatan Budaya Serta Edukasi Hidup Sehat

             Kasus gizi buruk di Indonesia tidak bisa dipukul rata. Contoh, DKI Jakarta dan beberapa kota/kabupaten di Pulau Jawa, ternyata belum terbebas pula dari masalah gizi. Padahal, ketersediaan tenaga medis dan fasilitas kesehatan di pulau Jawa jauh lebih memadai ketimbang Papua.

            Menurut ahli nutrisi, DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum pemerintah ataupun semua pihak yang berkepentingan, tidak bisa bertindak inklusif  dalam mengatasi persoalan gizi buruk di Indonesia. Misal, anak Papua tidak suka makan biskuit tapi dikirimi biskuit. Akhirnya biskuit tidak dimakan oleh anaknya tapi oleh orangtuanya. Jadi, perlu dilakukan dari pendekatan budaya kemudian melakukan edukasi tentang hidup sehat kepada masyarakat.

             Hal terpenting saat ini bukan bagaimana masyarakat diberi tahu obat apa yang harus dikonsumsi ketika sakit, melainkan mendidik masyarakatnya supaya paham mengenai fondasi hidup sehat. “Kalau fondasinya kuat, kita mau bikin apapun akan kokoh. Rumah kertas cepat jadi, tapi kena angin, rubuh semua," tegas dr Tan.

             Dalam mengatasi gizi buruk, pemerintah pusat, daerah, dokter, dan orang-orang dengan disiplin ilmu berbeda tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Ada peran penting, dari mulai lingkungan terkecil (keluarga) hingga cakupan yang lebih luas di sekitarnya. Pemerintah pusat, sebagai pembuat kebijakan, harus bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, dan terus dilakukan pengawasan.

              Dokter pun harus bisa bekerja sama dengan para ahli, seperti sanitasi, pendidikan, dan lingkungan, supaya tahu cara yang paling tepat ketika menangani kasus gizi buruk di sebuah wilayah.

(Sumber : beritagar.id)

 

  Dinkes Sintang Sejak Tiga Tahun Lalu Sudah Kampanye Cegah Stanting

  Dinkes Sintang Sejak Tiga Tahun Lalu Sudah Kampanye Cegah Stanting

Pertolongan Pertama pada Anak Diare

Pertolongan Pertama pada Anak Diare