Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

 Wajibkah Ibu Hamil Mengonsumsi Susu?

Wajibkah Ibu Hamil Mengonsumsi Susu?

         Di awal-awal kehamilan biasanya ibu mengalami mual muntah. Selera makannya pun menjadi berkurang. Sementara ibu harus tetap memenuhi kebutuhan asupan gizi untuk kepentingan dirinya dan juga janin. Apakah konsumsi susu bisa membantu memenuhi asupan gizi ibu hamil tersebut?

          Konsumsi susu pada kondisi ibu hamil yang sering mengalami mual muntah, bisa mencukupi kebutuhan gizi yang dirasakan kurang. Hal ini karena pada susu mengandung kalori, protein, vitamin, dan mineral terutama kalsium yang diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Ibu bisa mengonsumsi susu sehari dua gelas, misalnya pagi dan malam hari. Sebaiknya, konsumsi susu tidak berbarengan atau setelah waktu makan utama karena bisa menghambat penyerapan zat gizi kalsium dan mineral lain yang terdapat pada susu.

               Tak semua ibu menyukai susu. Jadi, tak masalah juga jika ibu tidak mengonsumsi susu selama hamil. Sebetulnya, yang perlu menjadi perhatian adalah asupan gizi dari makanan yang ibu konsumsi sehari-hari. Maka itu pola makan ibu yang perlu diubah dengan mengonsumsi makanan dengan jumlah lebih banyak. Apalagi memang kebutuhan gizi ibu semasa hamil juga perlu tambahan sebesar 300 kkal per hari.

             Ibu bisa peroleh kebutuhan gizi dari bahan makanan pokok seperti nasi, jagung, dan sebagainya. Protein dari sumber makanan hewani dan nabati seperti daging, ikan, ayam, telur, tahu, tempe, dan sebagainya. Begitupun vitamin dan mineral dari sayuran dan buah-buahan. Jika jumlah kebutuhan dari bahan makanan sudah cukup dan terpenuhi, tak perlu konsumsi susu.

              Konsumsi susu pada ibu hamil yang berlebihan malah bisa membuat ibu merasa kenyang dan tak selera untuk makan. Selain itu, bisa berisiko pula ibu hamil mengalami kelebihan berat badan. Akibatnya bisa berdampak pada kehamilan seperti mengalami preeklamsia atau diabetes semasa kehamilan. Sementara semasa hamil pertambahan berat badan ibupun harus seimbang, tak melebihi  antara 12-15 kg.

 Kok, Berat Badan Bayi Turun?    

Kok, Berat Badan Bayi Turun?    

Kandungan Zat Besi pada 6 Bahan Pangan Ini Dapat Cegah Anemia

Kandungan Zat Besi pada 6 Bahan Pangan Ini Dapat Cegah Anemia