Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kandungan Zat Besi pada 6 Bahan Pangan Ini Dapat Cegah Anemia

Kandungan Zat Besi pada 6 Bahan Pangan Ini Dapat Cegah Anemia

             Tahukah ibu, mulai usia 6 bulan masa peralihan MPASI, bayi cukup rentan mengalami kekurangan zat besi. Kecukupan zat besi tak lagi dapat dipenuhi dari ASI saja tapi sudah harus diperoleh dari makanan pendamping ASI yang kaya zat besi. Maka itu sejak usia MPASI ini orangtua harus mulai memerhatikan makanan yang kaya akan mineral zat besi. Ini sangat penting dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan. Peran zat besi ini terutama untuk proses pembentukan sel darah merah, mendukung fungsi enzim dalam proses metabolism, serta untuk kekebalan tubuh.

             Bahan makanan yang mengandung zat besi ini bersumber dari pangan hewani dan juga tumbuhan. Berikut antara lain :

1.      Daging

         Daging merupakan protein yang bermanfaat dalam menjaga produksi hemoglobin (zat merah darah), meningkatkan sistem metabolisme tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melindungi tubuh dari infeksi, serta berguna untuk kesehatan organ-organ tubuh, seperti jantung, mata, dan sistem persarafan. Selain mengandung zat besi, daging juga mengandung vitamin A, B, dan D.

          Selain daging sapi, daging kambing juga mengandung zat besi yang sangat baik dan mendukung untuk produksi sel darah merah. Terutama daging kambing muda mengandung juga mineral seng yang penting untuk kekebalan tubuh, pertumbuhan dan mencegah penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah dan jantung, serta bisa meningkatkan proses metabolisme.

2.    Hati Sapi

        Rasa hati sapi yang enak dan lembut ini sangat baik untuk anak di masa pertumbuhan. Selain kandungan zat besi juga mengandung asam amino. Ini berguna dalam sistem metabolisme tubuh, meningkatkan peran zat besi untuk memproduksi sel darah merah. Hati sapi juga mengandung kolesterol tinggi, serta vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh dalam menyerap zat besi, memproduksi sel darah merah, serta menjaga sistem kerja otak.

3.    Telur

        Telur termasuk mengandung protein tinggi. Kandungan zat besi pada telur dapat membantu proses pembentukan sel darah merah. Telur juga kaya vitamin A, E dan vitamin B12. Vitamin-vitamin ini membantu menjaga kesehatan tubuh.

4.    Bayam

        Sayuran berwarna hijau ini mengandung serat dan sedikit kalori. Zat besi yang terkandung di dalamnya sangat baik untuk produksi sel darah merah serta membantu fungsi enzim dalam sistem metabolisme tubuh. Bayam juga mengandung vitamin A dan C melindungi tubuh dari radikal bebas dan mencegah kanker. Selain itu, juga terdapat kandungan kalium yang berguna untuk kesehatan jantung dan peredaran darah.

5.    Bit

        Sayuran ini berupa umbi yang berwarna ungu. Bisa dibuat sayuran, salad, bahkan minuman jus. Selain mengandung zat besi, terdapat pula magnesium, kalium, fosfor, vitamin A, B dan C, serta asam folat. Sayuran ini bermanfaat dalam melawan radikal bebas, memperkuat sistem imun tubuh, serta menjaga kesehatan tubuh.

6.     Labu

         Labu mengandung serat sangat tinggi, bisa diolah menjadi berbagai masakan. Manfaatnya baik bagi pencernaan. Kandungan zat besinya berguna untuk produksi sel darah merah dan mendukung kekebalan tubuh. Kandungan lainnya yaitu vitamin A yang berguna untuk kesehatan mata.

 

 Wajibkah Ibu Hamil Mengonsumsi Susu?

Wajibkah Ibu Hamil Mengonsumsi Susu?

Payudara Tak Kencang, Apakah Tanda ASI Sedikit?

Payudara Tak Kencang, Apakah Tanda ASI Sedikit?