Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Payudara Tak Kencang, Apakah Tanda ASI Sedikit?

Payudara Tak Kencang, Apakah Tanda ASI Sedikit?

            Ketika masih awal menyusui, biasanya ibu mengalami payudaranya terasa penuh dan kencang. Jika diisap bayi, ASI yang keluar pun terasa deras mengalir. Setelah menyusui beberapa minggu ada ibu yang merasa payudaranya terasa lebih lembek, tidak kencang atau tidak penuh lagi. Mengapa bisa demikian? Apakah ini karena ASI semakin berkurang atau pertanda akan habis?

           Secara fisiologis sejak kehamilan, adanya perubahan hormon membuat payudara pun mengalami perubahan untuk persiapan menyusui bayi. Ukuran payudara membesar antara lain karena bertambahnya saluran-saluran kelenjar susu. Selain itu, terjadi proses yang menyebabkan payudara mulai memproduksi ASI. Hormon yang berperan dalam proses perangsangan payudara sampai pembuatan ASI adalah hormon  prolaktin.

         Produksi ASI pada payudara akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Seiring berjalannya waktu dalam proses ibu menyusui, payudara akan terasa lembek dan tidak penuh. Ini karena produksi ASI menjadi lebih stabil dan kebutuhan bayi terpenuhi sehingga payudara akan terasa jarang penuh dan kencang.

           Sebenarnya, kencang atau lembeknya payudara tidak menentukan banyak sedikitnya produksi ASI. Produksi ASI selain karena kerja hormon ditentukan pula oleh refleks akibat isapan bayi. Isapan bayi ini menyebabkan ASI keluar pada saat dan jumlah yang tepat. Semakin sering bayi mengisap ASI maka akan semakin banyak ASI diproduksi.

              Ketika ibu tidak rutin menyusui bayinya secara langsung, maka bisa berakibat pada sedikitnya produksi ASI. Secara bertahap produksi ASI akan menurun. Bayi tidak mendapatkan kebutuhannya dengan cukup. Biasanya karena ini pula ibu merasa tidak bisa menyusui bayinya sehingga berhenti menyusui. Padahal payudara  bisa memproduksi ASI yang cukup buat bayinya selama ibu menyusui bayi dengan baik.

Kandungan Zat Besi pada 6 Bahan Pangan Ini Dapat Cegah Anemia

Kandungan Zat Besi pada 6 Bahan Pangan Ini Dapat Cegah Anemia

Cara Atasi Kebiasaan Anak Makan Junk Food

Cara Atasi Kebiasaan Anak Makan Junk Food