Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

 5 Fakta Penting Tentang Vaksin yang Perlu Diketahui

5 Fakta Penting Tentang Vaksin yang Perlu Diketahui

            Khawatir dengan vaksin yang diberikan saat imunisasi, termasuk efek sampingnya? Tak perlu merasa berlebihan seperti itu. Vaksin memang terbuat dari kuman/virus hidup yang dilemahkan dan ada juga yang terbuat dari kuman/virus atau komponennya (bagian tertentu dari kuman atau virus). Tapi, vaksin itu aman dan dapat merangsang kekebalan tubuh untuk melawan berbagai jenis penyakit.

                Jenis vaksin yang digunakan sekarang inipun sudah modern, aman dan ampuh. Keamanannya pun sudah standar internasional. Di Indonesia, setelah vaksin diberikan secara masal, keamanannya  tetap dipantau oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan RI, dan Komisi Nasional Penanggulangan dan Pengkajian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI). Nah, untuk lebih meyakinkan tentang vaksin, berikut 5 fakta pentingnya :

1.       Berdasarkan penelitian sangat lama dan hati-hati

Pembuatan vaksin dilakukan melalui serangkaian penelitian. Jadi telah melalui waktu yang panjang. Ini demi menjamin keamanan dan khasiatnya. Penemuan tentang vaksin sendiri sudah ada sejak sekitar abad 17, yaitu vaksin cacar (variola). Penyuntikannya kepada manusia dilakukan sekitar tahun 1721 di Inggris. Setelah itu dilakukan pemantauan.

Adanya perkembangan teknologi juga membuat teknologi vaksin jadi lebih maju. Sehingga vaksin lama diperbaharui. Para ahli di bidang kedokteran juga telah berhasil menemukan dan menyempurnakan berbagai jenis vaksinasi. Hasil efektivitasnya pun tak diragukan.

2.       Tingkat keamanan vaksinasi selalu diuji

Dalam proses pembuatan vaksin, keamanannya merupakan aspek penting. Bahkan untuk pembuktian keamanan vaksin dilakukan penelitian yang dikenal sebagai uji klinis vaksin.

3.       Vaksin selalu dijaga mutunya

Mutu vaksin dinilai dari kadar antibodi yang dihasilkan setelah vaksin disuntikkan serta reaksi yang tak diinginkannya minimal. Mutu vaksin dijaga dengan memerhatikan quality control dalam pembuatannya. Selain itu, untuk pengamannya dibuat dengan nomor produksi dan tanggal kadaluarsa pada setiap kemasan vaksin, cara distribusi,  cara penyimpanan, hingga cara pemberiannya.  

4.       Vaksin harus didaftarkan

Vaksin yang akan dipasarkan/diedarkan harus didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan RI. Vaksin diteliti dan dikaji persyaratan keamanan dan manfaatnya secara cermat. Setelah itu dikeluarkan izin edarnya. Tingkat keamanannya tetap dipantau oleh BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Komnas PP KIPI, selain itu ada juga dokter anak.

5.       Cara tepat Pemberian vaksin

Pemberian vaksin dalam penyuntikan ataupun penetesannya  harus sesuai aturan yang sudah ditentukan. Termasuk dalam hal ukuran jarum suntiknya, cara pengambilan vaksin, cara penyuntikan, dan lokasi penyuntikan. Tentunya petugas kesehatan sudah diajarkan dan mengetahuinya dalam pemberian vaksinasi. Untuk penggunaan jarum suntik dan vaksin sudah yang sekali pakai.

 

 

(Sumber : Panduan Imunisasi Anak - Satgas Imunisasi IDAI)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Alasan Pentingnya Imunisasi

5 Alasan Pentingnya Imunisasi

9 Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI

9 Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI