Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Waspadai Penyakit Campak

Waspadai Penyakit Campak

            Belum selesai dengan kasus kejadian luar biasa (KLB) difteri, kini ditemukan lagi kejadian luar biasa campak di daerah Papua. Kemunculan campak rentan dialami pada daerah dengan cakupan imunisasi rendah. Anak yang tidak mendapatkan imunisasi campak akan sangat rentan terkena campak.

          Kejadian campak umumnya di awal musim penghujan di saat kelembaban udara lebih rendah. Campak termasuk penyakit infeksi yang berbahaya. Penyebabnya adalah virus campak. Penularan terjadi melalui saluran pernapasan lewat percikan ludah penderita.

          Gejala yang ditimbulkan antara lain demam tinggi, batuk pilek, mata merah, timbul bercak merah di kulit dan adakalanya disertai diare. Campak bisa berbahaya dan menyebabkan komplikasi menjadi penyakit serius seperti diare sehingga anak bisa mengalami kekurangan cairan (dehidrasi) dan kekurangan gizi pula. Selain itu campak bisa menyebabkan radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), bahkan kematian.

          Selain pada anak, campak juga bisa dialami oleh ibu hamil. Jika ibu hamil terkena campak pada trimester atau awal kehamilan, maka bisa menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

          Lantas untuk pencegahan penyakit campak dengan dilakukan imunisasi campak. Untuk mengeliminasi kasus kejadian luar biasa campak tentu pemerintah melakukan cara antara lain :

* Imunisasi masal pada anak usia 9 bulan – 12 tahun.

* Meningkatkan cakupan imunisasi rutin pada bayi usia 9 bulan

* Pemberian imunisasi campak kedua pada usia 2 tahun pada Program Imunisasi Nasional

·* Pemberian imunisasi di sekolah dasar

*  Pemantauan kasus campak secara intensif

Imunisasi campak ini bagi anak sekolah dilakukan di sekolah-sekolah. Bagi anak bayi dan yang belum/tidak bersekolah dapat diberikan di Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya.

Tak perlu khawatir dengan pemberian imunisasi campak ini. Setelah imunisasi sangat jarang terjadi efek sampingnya. Kalaupun ada, biasanya berupa demam ringan, ruam merah atau bengkak ringan dan nyeri di tempat bekas suntikan. Hal ini reaksi normal dan akan menghilang dalam 2-3 hari.

 

 

(Sumber :  Panduan Imunisasi Anak – Satgas Imunisasi PP IDAI)

 Diare, Salah Satu Penyakit di Musim Hujan

Diare, Salah Satu Penyakit di Musim Hujan

 Ini Loh, Satu Porsi Isi Piring Makan Si Kecil

Ini Loh, Satu Porsi Isi Piring Makan Si Kecil