Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Mengenal Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Sebagai Salah Satu Kunci Sukses Pemberian ASI

Mengenal Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Sebagai Salah Satu Kunci Sukses Pemberian ASI

Proses penting ini seringkali dibilang sebagai kunci sukses menyusui, lho. Inisiasi Menyusui Dini atau IMD, adalah proses dimana bayi merangkak dan menemukan payudara ibunya sendiri setelah ia lahir. Benar, dalam waktu satu jam, seorang bayi yang dilahirkan sudah memiliki perilaku yang menakjubkan itu. Selain IMD, proses ini juga dikenal sebagai breast crawl.

Namun, terkadang para orang tua, petugas kesehatan (bidan/dokter) masih belum sepenuhnya paham tentang permulaan menyusu ini sehingga belum semua rumah sakit mengizinkan ibu untuk langsung menaruh bayinya di dadanya, maupun mengizinkan ibu satu kamar dengan bayinya setelah melahirkan.

Nah, mengapa IMD berpengaruh terhadap kesuksesan pemberian ASI eksklusif? Ketika bayi diletakkan di dada ibu, ada hormon oksitosin yang dikeluarkan atau yang sering disebut sebagai hormon kasih sayang. Hormon ini bukan hanya membuat ibu merasa tenang, tetapi kelenjar susu ibu akan terstimulasi sehingga ASI keluar lebih lancar.

Bayi biasanya dapat menemukan putting payudara ibu dengan bantuan indra penciuman, penglihatan dan perasa, selain itu suara dan sentuhan akan memebantu proses ini (Widstrom et al., 1987; Righard, 1990; Varendi, Porter, Winberg, 1994 dn 1996). Selama proses menyusui pertama, bayi akan belajar mengkoordinasi antara isapan, menelan dan bernapas. Jadi, jangan khawatir ya Bu, Tuhan sudah memberikan kemampuan ini kepada si kecil setelah ia lahir ke duniadan bahkan suhu tubuh kulit ibu juga memiliki kemampuan menyesuaikan dengan suhu yang dibutuhkan bayi.  Dan yang tidak kalah penting adalah, saat IMD bayi juga dipastikan mendapat kolostrum, cairan kuning yang paling berharga dari ASI pertama yang juga sering dianggap sebagai vaksin bertama untuk bayi (Sumber: WHO).

Menurut World Health Organization (WHO) di tahun 2007, IMD dilakukan setelah lahir, dengan interval waktu maksimum diletakkannya bayi ke dad ibu setelah kelahiran adalah 5 menit. Di 5 menit tersebut, bayi dianggap sedang berada di kondisi paling aktif.

Penelitian yang dilakukan oleh Righard et al., (1990) melaporkan bahwa bayi yang dipisahkan dari ibunya pada proses menyusu awal akan kesulitan untuk melekat dengan baik pada payudara ibunya, dan lebih sering menangis daripada bayi yang dibiarkan berada di atas dada ibunya (skin to skin contact) selama 1 jam pertama.

Studi kohort di Bengkulu (Helda, 2013) melaporkan bahwa IMD dan ANC meningkatkan pemberian ASI ekslusif sebesar 1,7 dan 2 kali, sementara IMD bersama dengan ANC meningkatkan pemberian ASI ekslusif sebesar 3,4 kali.

Penciuman

Selain mengeluarkan ASI dan kolostrum kelenjar penghasil ASI di payudara ibu juga menghasilkan bau khas yang memancing bayi mendekati payudara ibu. Begitupun dengan cairan amnion di tubuh bayi juga mengeluarkan bau khas yang mirip dengan bau khas yang diproduksi kelenjar payudara. Disarankan agar tubuh bayi tidak dibersihkan, dan hanya dikeringkan.

Penglihatan

Saat lahir, penglihatan bayi masih terbatas. Namun, bayi lebih tertarik pada warna hitam dan putih dibandingkan abu-abu. Puting dan areola payudara ibu yang bewarna lebih gelap dari bagian payudara lainnya akan menarik perhatian bayi sehingga bayi akan tertarik dan berusaha meraih puting susu ibu. Hal ini akan mempermudah proses breast crawl.

Perasa

Bayi mengisap tangannya yang masih melekat cairan amnion (karena itu saat IMD, tangan bayi jangan di lap agar aroma cairan amnion sementara atau lapisan dalam yang mengelilingi rongga ketuban, tetap ada di tangannya). Bayi akan menghubungkan aroma tersebut dengan aroma yang sama pada puting payudara ibu. Hal itu membuat bayi semakin mendekati payudara ibu.

Pendengaran

Bukti ilmiah menunjukkan bawa janin dan bayi merespons suara dengan perlambatan detak jantung. Suara ibu diyakini merupakan sinyal yang dapat mengukur lingkungan amnion. Sehingga bayi akan menyusu lebih lama jika mendengar suara ibu. Detak jantung ibu juga dapat membantu menenangkan bayi. Maka, disarankan agar ibu memberikan rangsangan suaranya dengan memberikan kata-kata yang baik saat IMD berlangsung. Stimulus auditori yang segera ibu berikan dapat memberikan efek positif pada perkembangan sistem pendengaran bayi dan perkembangan emosional sosial bayi di usia selanjutnya.

Sumber: Gizi Ibu dan Bayi oleh Dr. Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq, Ph.d, Khaula Karima, S.Gz.

Tanda-Tanda Bayi Cukup ASI

Tanda-Tanda Bayi Cukup ASI

Larangan Promosi Susu Formula di Fasilitas Kesehatan

Larangan Promosi Susu Formula di Fasilitas Kesehatan