Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Jamu Memperlancar ASI, Masih Perlukah?

Jamu Memperlancar ASI, Masih Perlukah?

ASI sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir.ASI memiliki banyak kandungannutrisi yang paling baik jika dibandingkan dengan susu formula.Pada bayi berusia 0-6 bulan yang cukup diberi ASI saja.

ASI yang lancar sangat penting dalam menyusui bayi. Bunda harus paham bahwa proses kelancaran ASI dipengarui oleh dua hormon penting dalam tubuh Bunda, yaitu hormon Prolaktin dan Oksitosin. Hormon polaktin sendiri sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Sedangkan untuk hormon Oksitosin berpengaruh terhadap proses pengelauran ASI.

Asupan jumlah dan jenis gizi pada makanan pada Bunsui (ibu menyusui) akan mempengaruhi kadar Prolaktin di dalam tubuh. Protein yang terkandung di dalam makanan mempunyai dua kandungan zat yaitu asam amino tirosin dan triptofan. Kedua zat ini dapat menyebabkan pengeluaran Prolaktin, hingga kadar Prolaktin di dalam tubuh menjadi lebih tinggi.

Hormon Oksitosin ini sering disebut juga dengan hormon kasih sayang, karena berhubungan dengan susasana hati dan perasaan seorang ibu. Ibu yang merasa nyaman dan penuh kasih akan memproduksi hormon Oksitosin lebih tinggi daripada ibu yang mengalami stres atau tekanan.  Produksi ASI sangat berkaitan erat dengan kondisi emosional Ibu. Jika Ibu merasa cemas, takut ataupun khawatir, tentu akan mempengaruhi produksi ASI. Cinta kasih Ayah yang luar biasa dan kesadarannya mendampingi Ibu dalam menjalani proses pemberian ASI adalah sebuah bentuk komitmen dalam keluarga yang sangat diperlukan.

Hormon Oksitosi juga tergantung pada berapa sering atau tidak puting susunya dihisap oleh bayi. Semakin sering dihisap maka akan semakin banyak produksi hormon Oksitosin yang berdampak terhadap lancarnya ASI yang keluar.

Cara Melancarkan ASI secara Alami yang Aman untuk Ibu dan Bayi

Setidaknya ada tiga cara untuk meningkatkan produksi ASI, sebagai berikut

1.Penuhi Kebutuhan gizi  Bunsui

Pemenuhan gizi Bunsui, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang dan baik. Beberapa makanan dengan kandungan protein tinggi yaitu seperti daging, ikan, telur, keju, beras, bayam, kacang – kacangan dll.

Oleh karena itu banyak yang menghimbau terhadap ibu-ibu yang menyusui untuk selalu memperhatikan makanan yang mereka makan agar makanan tersebut juga bisa menghasilkan nutrisi yang bertujuan untuk memperlancar dalam memproduksi ASI.

2. Meminimalisir tingkat stres dan tingkatkan kasih sayang pada Bunsui

Stres sendiri dapat mengakibatkan produksi ASI berkurang. Ini terjadi karena sang ibu tidak dalam keadaan rileks, tenang, dan senang. Faktor kejiwaan pun menjadi penyebab berkurangnya ASI dan berakibat buruk terhadap sang bayi karena jumlah ASI yang mereka hisap semakin sedikit.

Peran ayah juga sangat penting saat ibu menyusui

Suasana kehangatan dan kebersamaan yang dibangun dari hubungan Ayah dan Ibu ikut mempengaruhi kualitas menyusui. Cinta kasih Ayah dan kesadarannya mendampingi Ibu dalam menjalani proses pemberian ASI adalah sebuah bentuk komitmen dalam keluarga yang sangat diperlukan.

Karena peranan Ayah sangat penting dalam proses menyusui, jadi Ibu tidak akan sendirian saat merawat sang Buah Hati.Proses ini tentu akan menjadi ritual yang seru dan menyenangkan untuk Ibu, Ayah & sang Buah Hati! Dukungan emosional, spiritual, moral dan fisik adalah jenis dukungan yang Ayah perlu berikan untuk Ibu, peranan Ayah dalam fase ini disebut sebagai ‘Ayah Menyusui”.

3. Meningkatkan frekuensi menyusui, memompa dan memeras ASI

Hal ini bertujuan untuk menciptakan produksi ASI yang banyak. Dapat diketahui bahwa semakin jarang si bayi disusui oleh ibunya, maka semakin berkurang produksi ASI oleh sang ibu.

Tapi sebisa mungkin jangan menjadwalkan pemberian ASI, susuilah bayi pada saat dia meminta dan hentikan hanya setelah dia merasa cukup, sebab:

a. Bayi memiliki lambung yang kecil dan ASI sangat mudah diserap. Semakin muda umur bayi, semakin cepat dia merasa lapar kembali. Kapasitas produksi ASI antar ibu juga bervariasi. Semakin kecil produksi, semakin sering dan lama bayi harus disusui. Hanya bayi itu sendiri yang tahu kapan saatnya harus menyusu.

b. Kandungan gizi dalam ASI yang dikeluarkan selama menyusui bervariasi. Kandungan lemak pada menit-menit awal cukup rendah, lalu meningkat terus sampai menit terakhir. Bila ibu menghentikan proses menyusui sebelum saatnya, maka bayi akan kekurangan lemak dan cepat lapar kembali.

c. Bila menyusui dilakukan secara terjadwal, dalam tiga bulan produksi ASI akan menurun. Aktivitas menyusui merangsang keluarnya hormon Prolaktin yang memproduksi susu. Semakin sering menyusui, semakin besar Prolaktin yang dikeluarkan. Bila ibu jarang menyusui, maka otomatis tubuhnya juga pelan-pelan akan mengurangi Prolaktin yang bermanfaat dalam produksi ASI.

d. Bayi meminta menyusu bukan semata-mata karena lapar, namun juga karena kebutuhan emosional untuk disayangi dan dilindungi.

Apakah Jamu memperlancar ASI masih perlu ?

Berbagai jenis jamu, resep menu bagi ibu hamil untuk memperlancar ASI beredar di masyarakat saat ini. Namun, sekali lagi bahwa pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hormon utama yaitu hormon Prolaktin (dari asupan gizi bunsui) dan Oksitosin (kondisi bunsui – kasih sayang). Nah, selama nutrisi dan kondisi bunsui baik percayalah ASI akan lancar dan mengucur dengan deras.

Lalu apakah salah jika Bunsui meminum jamu menyusui? Jangan kawatir Bunda, tidak ada yang salah, yang penting diperhatikan bahwa jamu yang dikonsumsi tidak menimbulkan efek alergi pada sang ibu dan bayi serta tidak mengandung zat yang berbahaya. Hal lain, jika mengkonsumsi jamu membuat Bunda merasa tersugesti dan merasa nyaman, maka itu akan membantu pengeluaran ASI dengan lancar.

***

Sumber : www.lancarASI.net, kumpulan artikel farmasi – prolactin dan berbagai sumber

Hamba Tuhan Harus Aktif Mencegah Stanting

Hamba Tuhan Harus Aktif Mencegah Stanting

Haruskah ada Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil?

Haruskah ada Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil?