Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Larangan Promosi Susu Formula di Fasilitas Kesehatan

Larangan Promosi Susu Formula di Fasilitas Kesehatan

Selama ini, kita tahu bahwa ASI adalah makanan terbaik bayi bayi sejak ia lahir, apalagi di 6 bulan pertama. Namun, karena beberapa terkadang bisa menghambat produksi ASI seorang ibu seperti tekanan, pola makan yang kurang baik, serta dukungan yang kurang dari keluarga.

Namun, ada satu hal lagi, terkadang para ibu juga tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah. Contohnya, belum semua perusahaan mempunyai ruang laktasi sehingga ibu bisa memerah ASInya untuk dikirim kembali ke rumah untuk bayinya. Selain itu, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik juga masih ada yang memberikan susu formula sebagai solusi ketika ibu mengeluh bahwa produksi ASInya tidak maksimal. Untuk ibu menjalani Inisiasi Menyusui Dini (IMD), belum tentu semua rumah sakit membolehkan ibu tidur satu kamar dengan bayinya.

Sebenarnya, sudah ada peraturan pemerintah tentang ASI seperti Pasal 17 Ayat (1) Peraturan Pemerintah nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif (PP ASI). Di Pasal 15 PP ASI, di sana satu-satunya alasan susu formula bisa diberikan yaitu jika tidak memungkinkan. Namun, apakah ibu harus pindah ke susu formula dengan begitu saja? Tunggu di artikel sebelumnya.

Oleh karena itu, pemerintah juga menyiapkan peraturan berbentuk sanksi di Pasal 29 PP ASI dan Pasal 7 Permenkes 15/2014 dimana “Dokter, tenaga kesehatan, dan rumah sakit yang melanggar peraturan ASI eksklusif dan susu formula dapat dikenai teguran lisan, teguran tertulis dan pencabutan izin.

Dari semua peraturan ini, memang penekanan dan pengawasan masih terlalu minim sehingga masih banyak fasilitas kesehatan dan perusahaan yang melanggar.

Namun, belakangan ini, sudah banyak lembaga kesehatan di beberapa daerah yang mulai bersuara tentang pentingnya ASI eksklusif dan sarana untuk mendukung pemberian ASI eksklusif. Salah satunya adalah para aparat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten. Di sana, mereka  fasilitas kesehatan yang bersuara tentang pemberian ASI eksklusif. Hal utama yang mereka sampaikan adalah pelarangan promosi susu formula di rumah sakit apapun, maupun swasta dan daerah.

Selain rumah sakit, aturan tersebut juga berlaku pada fasilitas kesehatannya “Larangan itu tidak saja pada RS, tetapi klinik, Puskesmas, serta sarana kesehatan lainnya,” kata Kepala Dinkes Pemkab Tangerang Naniek Isnaeni di Tangerang bulan Januari lalu. Jika ada yang melanggar, izin tentu akan dicabut, termasuk juga jabatan seperti pimpinan Puskesmas jika memang pelanggaran terjadi di Puskesmas.

Belakang ini memang susu formula menjadi pilihan atau pengganti ASI terutama untuk ibu bekerja. Namun oleh karena itu pemerintah juga harus lebih tegas untuk memastikan bahwa pihak swasta juga menyediakan ruang laktasi agar bayi mereka tetap mendapatkan ASI walaupun tidak langsung dari payudara ibunya.

Semoga di waktu yang akan datang, pemberian ASI eksklusif menjadi suatu kepentingan semua pihak karena itu bukan tanggung jawab para ibu sendiri. Anak yang diberikan ASI eksklusif sewaktu kecil pasti akan mendapatkan masa depan yang cerah, dan Indonesia akan kaya dengan sumber daya manusia yang cerdas dan berprestasi untuk memajukan bangsa. 

Mengenal Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Sebagai Salah Satu Kunci Sukses Pemberian ASI

Mengenal Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Sebagai Salah Satu Kunci Sukses Pemberian ASI

Seputar Kondisi Menyusui di Indonesia

Seputar Kondisi Menyusui di Indonesia