Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Haruskah ada Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil?

Haruskah ada Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil?

Haruskah Ada Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil?

                Ketika kita membicarakan kesehatan janin saat hamil, ibu hamil juga disarankan untuk makan makanan yang bergizi atau apa saja yang bisa dimakan. Namun, haruskah ada pantangan? Baca artikel ini untuk tahu lebih lanjut.

Banyak yang bilang bahwaselama di label makanan tidak ada larangan untuk ibu hamil, ibu bisa saja mengonsumsinya. Namun, ada beberapa kondisi dimana makanan harus dikontrol dari segi penyajian. Salah satunya adalah makanan mentah yang diperingati dr Yuslam Edi Fidianto SpOG. “Soalnya yang mentah-mentah kan kemungkinan masih ada kuman yang masih hidup,” ujarnya. Ia juga menambah untuk menghindari makanan yang dibakar seperti sate karena areng yang hinggap di makanan tersebut. Nah, bagaimana jika ibu mengidam sushi atau sashimi? Jika ibu tetap menginginkannya, dr Yuslam menyarankan untuk memilih restoran yang jelas dan terjamin kebersihan ikannya.

Untuk ibu yang menyukai salad, ibu tidak boleh lupa untuk menyuci sayur dengan baik, yaitu dengan sabun khusus mencuci sayur. Menurut dr. Yuslam, ini tetap harus dilakukan untuk mencegah kuman masih ke dalam tubuh.

Selain sayur dan ikan, telur juga dianjurkan untuk tidak dikonsumsi setengah matang walaupun sangat menggiurkan dengan tren makanan yang berkembang saat ini. Bakteri salmonella adalah alasan yang paling kuat untuk pantangan ini karena telur adalah protein yang sulit dicerna. “…bisa jadi tempat hidupnya salmonella. Karena sulit ditimbulkan keluhan diare,” Oleh karena itu dr Yuslam lebih menganjurkan untuk makan telur rebus dan digoreng matang.

Jamu Memperlancar ASI, Masih Perlukah?

Jamu Memperlancar ASI, Masih Perlukah?

Mengenal Relaktasi atau Menyusui Kembali

Mengenal Relaktasi atau Menyusui Kembali