Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Seputar Kondisi Menyusui di Indonesia

Seputar Kondisi Menyusui di Indonesia

Kondisi Menyusui di Indonesia

Minggu ini, Pekan ASI Sedunia datang lagi. Namun, situasi atau kondisi ASI eksklusif di Indonesia masih memperhatinkan. Walaupun angka pemberian ASI di Indonesia mencapai 100%, ternyata hanya 42% ibu menyusui anaknya secara eksklusif yaitu sampai 6 bulan. Seringnya, ibu menyusui terlalu cepat untuk beralih ke makanan pendamping ASI (MPASI) dan susu formula, apalgi jika ibu merasa tidak bisa mengeluarkan ASI dengan banyak atau tertekan. Padahal, ASI eksklusif mengandung gizi yang paling lengkap untuk kehidupan bayi di 6 bulan yang penting itu sebagai awal kehidupan yang baik, dan bahwa jika pengeluaran ASI sedikit, belum tentu ibu harus langsung beralih ke sufor.

Namun, Pekan ASI Sedunia tahun ini juga ingin mengingatkan kita semua, bahwa pemberian ASI bukan hanya perjuangan ibu dan keluarganya sendiri. Pemberian ASI juga membutuhkan dukungan multi-sektoral yang disalurkan dalam tema “Sustaining Breastfeeding Together”. Inilah yang diperjuangkan juga oleh tim Gizi Tinggi Prestasi dalam Kampanye Gizi Nasional ini dalam pencegahan stanting. Walaupun menyusui tidak ada hubungan langsung dalam penurunan angka stanting, namun itu tetap menjadi salah satu faktor pendukung yang penting dari sisi pemenuhan gizi anak.

Untuk meningkatkan angka ibu menyusui di Indonesia, kita ingin memberi kesadaran pada para pemangku kepentingan di daerah bahwa ASI eksklusif itu penting. Setidaknya, pemerintah sudah menyiapkan regulasi untuk perusahaan menyediakan ruang laktasi agar ibu menyusui yang bekerja bisa memerah ASI dengan aman dan nyaman. Selain level pemerintah, kami juga bermitra dengan berbagai macam organisasi profesi seperti PERSAGI atau Persatuan Ahli Gizi Indonesia. Selain itu, organisasi agama juga kami ajak untuk bergandengan tangan seperti Fatayat NU dan Naisyatul Aisyiyah untuk mencegah stanting di mana ASI eksklusif juga gencar diadvokasikan. 

Mari kita sambut pekan ASI sedunia dengan pikiran yang terbuka! 

Larangan Promosi Susu Formula di Fasilitas Kesehatan

Larangan Promosi Susu Formula di Fasilitas Kesehatan

Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil: Wajib!

Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil: Wajib!